Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Buya Yahya Menjawab

Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Buya Yahya Menjawab

Diposting pada 22 Desember 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.590 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perbedaan sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Ia juga bukan merupakan sesuatu yang buruk dan mesti dijelek-jelekkan. Justru perbedaan itu membawa keberkahan untuk saling memahami, menghargai, dan bekerjasama dalam membangun keharmonisan.

Akan tetapi, perbedaan juga perlu dihadapi dengan kedewasaan. Terutama di saat ada pihak-pihak yang tidak bisa menerimanya atau salah dalam memahaminya.

“Umat ini perlu dewasa saat menghadapi perbedaan. Ada perbedaan yang memang tidak bisa disama-samakan tapi kita harus bisa tetap baik di saat menghadapi perbedaan yang tidak bisa disama-samakan itu,”

demikian pemaparan Buya Yahya saat mengawali penjelasannya tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada saudara kita yang merayakannya.

“Alhamdulillah, para guru/ulama dari masa ke masa sudah mengajarkan makna perbedaan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

 

Makna Sebuah Toleransi

Perbedaan dalam konteks ini sering dihubungkan dengan toleransi. Lalu sebenarnya apa makna toleransi? Buya menjelaskan,

“Toleransi itu jangan paksa orang lain untuk mengikuti kamu.”

Di dalam Islam sendiri, yang ada sebenarnya adalah kewajiban yang derajatnya lebih tinggi dari toleransi. Gambarannya ialah saat ada tetangga kita yang non-muslim sakit, maka kita sebagai umat Islam wajib menjenguknya. Demikian juga saat ada tetangga non-muslim kelaparan, kita wajib memberinya makan. Itu sudah menjadi kewajiban, bukan lagi dalam irama toleransi. Sedangkan toleransi sendiri gambarannya ialah seperti ketika ada orang asing yang sebenarnya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan kantor kita, tetapi karena satu dan lain hal maka ia diperbolehkan masuk. Jadi ada alasannya, yaitu ‘satu dan lain hal’ itu.

Urusan agama, Buya menyampaikan bahwa hendaklah kita memahami makna “lakum dinukum waliyadin” karena di situlah terdapat makna keindahan. Apa maknanya? Maknanya yaitu ‘tidak memaksakan agama lain untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agamanya demi kemaslahatan agama kita.’

Buya Yahya kemudian mencontohkan, kita umat Islam punya hari-hari besar, misalnya saat hari raya Idul Fitri. Jangan sampai kita memaksa orang-orang di luar Islam untuk mengucapkan ‘selamat hari raya Idul Fitri’. Bahkan kita tidak perlu menanyakan kepada mereka apakah mereka mengucapkannya atau tidak. Atau saat ada pembangunan masjid, mereka tidak harus memasang ucapan selamat di depan masjid.

Atau saat kita merayakan perayaan maulid Nabi Muhamaad Saw sementara agama lain tidak mempercayai Nabi Saw, kita tidak ribet karena kita tidak meminta agama lain untuk merayakannya. Ulama tidak pernah mengajari bahwa yang tidak mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Muhammad Saw berarti tidak toleran.

Sebaliknya, demikian juga saat ada pembangunan gereja, umat Islam tidak perlu mengucapkan selamat. Atau saat ada perayaan hari natal, kita tidak perlu mengucapkan selamat. Semua ini karena urusannya adalah agama dan keyakinan, tentunya dengan tanpa kita harus mencaci, mengolok, dan merendahkan agama lain.

 

Buah dari Kedewasaan dalam Perbedaan

Kedewasaan dalam memahami perbedaan ini adalah hal yang sangat penting. Bangsa ini benar-benar membutuhkannya karena mau bagaimana pun perbedaan akan selalu ada.

Apa yang akan bangsa ini peroleh dari kedewasaan dalam memahami perbedaan ini? Tentu yang paling utama adalah terciptanya ketenangan dan hilangnya masalah toleransi. Buya Yahya menyampaikan,

“Justru saat bangsa sudah bisa dewasa maka akan tercipta ketenangan. Di saat orang Nasrani gak mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri atau ikut maulidan gak ada masalah. Bahkan mereka gak perlu membuat karangan bunga dan lain sebagainya. Dan umat Nasrani pun tidak pernah tersinggung saat kita tidak mengucapkan selamat natal.”

Masalah terkadang malah datang dari kalangan umat Islam yang membuat kegaduhan. Muncullah pendapat yang mengatakan, “Orang Islam yang tidak mengucapkan selamat hari raya natal berarti tidak tolelir” atau “kalau kamu gak mengucapkan selamat natal kamu gak tolerir”. Hal-hal semacam ini mungkin saja membuat orang Nasrani juga tergugah sehingga menuntut toleransi dalam artian yang salah.

Padahal selagi itu urusannya berkaitan dengan akidah dan keyakinan, seharusnya semua umat saling memahami. Buya menyampaikan,

“Kita perlu mengajari umat ini dewasa, bahwasannya selagi ada urusannya dengan akidah, harus saling memahami.”

Buya menambahkan bahwa urusan natalan ini kaitannya dengan keyakinan umat Nasrani. Saat kita mangucapkan “Selamat natal” kepada Nasrani, maknanya ialah selamat atas kelahiran manusia yang kau anggap Tuhan. Sementara keyakinan kita tidak sama dengan mereka. Maka seharusnya sikap terbaik kita ialah membiarkan mereka dengan keyakinan mereka tanpa kita harus mencaci, mengolok, atau memaksa mereka.

Demikain juga saat kita merayakan maulid Nabi Saw, umat Nasrani tidak perlu ikut-ikutan karena itu bukan keyakinan mereka.

Umat Nasrani yang memahami makna ketuhanan menurut mereka dan makna ketuhanan umat Islam pastinya akan mengatakan, “Hai umat Islam, kamu tidak perlu ikut-ikutan mengucapkan selamat natal karena ini urusan kami, bukan urusan kalian.”

Terakhir, Buya Yahya memberikan pesan,

“Kita tidak diperkenankan mengucapkan selamat natal kepada orang Nasrani karena ini ada hubungannya dengan keyakinan mereka. Tapi ingat kita tidak boleh mencaci dan tidak boleh menghalangi orang Nasrani merayakan natal. Seperti halnya Anda pun tidak boleh melarang mereka masuk gereja. Nabi Muhammad Saw melarang kita mengganggu mereka.”

 

Sumber: Buya Yahya dan Al-Bahjah TV

Ditulis oleh: Iim Ainunnaim Muhammad

Bagikan ke

Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Buya Yahya Menjawab

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Banyak Yang Menikah di Bulan Syawal, Adakah Ketentuan Waktu Khusus untuk Menikah?
3 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Syawal adalah bulan yang identik dengan pernikahan. Banyak diantara umat Islam yang melangsungkan pernikahan pada... selengkapnya

Jangan Seperti Ayam yang Mati di Lumbung Padi
25 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lingkungan yang baik dan nyaman merupakan tempat yang diidamkan oleh setiap orang. Apalagi di tempat tersebut sambil melakukan... selengkapnya

Hukum Shalat dengan Mata Terpejam
26 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya

4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
20 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya

Yayasan Aliqa Jalin Silaturahim dengan Penerbit Pustaka Al-Bahjah
6 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selasa, 16 Dzulhijjah 1444 H bertepatan dengan 4 Juli 2023 rombongan dari Yayasan Aliqa yakni Owner... selengkapnya

Hukum Menukar Uang Lama dengan Uang Baru, Waspada Riba!
23 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menjelang lebaran, aktivitas penukaran uang lama dengan uang baru menjadi fenomena umum di masyarakat. Banyak orang yang... selengkapnya

Tingkatkan Semangat Para Santri, SMAIQu Al-Bahjah Adakan Rihlah
18 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Para santri dan asatidz SMAIQu Al-Bahjah mengadakan rihlah ke DN Waterplay pada hari Rabu, 23 Rabiul Akhir 1447... selengkapnya

Beginilah Cara Ampuh Melawan Sifat Sombong Dalam Diri Kita
19 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya

Pergantian Tahun Adalah Renungan Muhasabah Diri untuk Menyongsong Tahun Depan yang Lebih Baik
28 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari menjelang akhir tahun ini kita akan menyaksikan banyak perayaan, panggung gembira, pesta, atau apa pun... selengkapnya

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah
9 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai manusia biasa yang punya banyak kekhilafan dan kekurangan, kita tentu sering bertolak belakang dengan hawa nafsu serta... selengkapnya

Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Buya Yahya Menjawab

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: