● online
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Kekhalifahan, Keluarga Na....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
Jangan Tunda Kesuksesan, Mulailah Kebaikan Sekarang Juga!

Hakikat Kesuksesan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam kehidupannya. Hal itu merupakan bagian dari fitrah manusia. Adapun kesuksesan ini ditujukan untuk kesuksesan di akhirat. Seseorang yang bisa mencapai kesuksesan adalah dia yang berusaha untuk mewujudkannya. Dan itu semua dapat dilihat dari apa yang ia lakukan.
“Seseorang menjadi sukses atau sebaliknya dapat dilihat dari permulaannya.” Tutur Buya Yahya.
Dengan kata lain, puncak keberhasilan seseorang tergantung pada sikapnya sekarang.
Kebaikan Tak Terbatas
Banyak cara yang dapat ditempuh seseorang untuk mencapai kesuksesan. Salah satunya dengan merindukan kebaikan, dengan begitu ia tengah meniti langkah keberhasilan. Namun, merindukan kebaikan yang tidak disertai dengan semangat adalah tidak benar, memulai kebaikan haruslah disertai semangat. Di saat seseorang berkata, “Saya akan bersedekah. Tetapi nanti, jika saya kaya.” adalah sebuah kekeliruan. Sebab, sangat mungkin terjadi apabila orang tersebut kelak menjadi kaya, dia malah tidak bersedekah, karena dia tidak terbiasa dengan sedekah. Seharusnya, meski dalam keadaan fakir, dia sudah terbiasa dengan sedekah. Maknanya, bersedekah tidak harus menunggu kaya. Akan tetapi, dimulai dari sekarang dan disesuaikan dengan kemampuan bahkan bagi seorang fakir sekalipun.
Pada saat ini kita dihadapkan dengan peperangan yang menimpa saudara Muslim kita di Palestina. Jika ada seseorang yang ingin berjihad, kita tidak mesti berangkat ke medan perang. Banyak kesempatan lain yang terbuka lebar untuk membantu Palestina, salah satunya dapat dilakukan dengan mengeluarkan uang dari kocek kita. Artinya, untuk melakukan kebaikan tidaklah mesti bersusah payah. Namun, cukuplah dengan hal-hal sederhana yang bernilai kebaikan. Pada contoh ini, menyisihkan uang untuk membantu Palestina dapat dilakukan saat ini daripada pergi berperang ke medan laga. Kalaupun terbuka pintu untuk ikut berperang maka ia akan langsung bergegas untuk berperang, karena ia sudah biasa bergerak untuk menolong sedari sekarang.
Begitu penting bersegera untuk berbuat kebaikan. Sikap tidak menunda-nunda terhadap kebaikan merupakan bentuk kemuliaan.
Buya Yahya menyampaikan, “Janganlah beralasan, enggan melakukan kebaikan sekarang karena ingin melakukannya di kemudian waktu atau pun di saat ada kesempatan.”
Maka demikianlah gambaran akan pungkasan yang sukses. Seperti yang disampaikan Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari, bahwasannya jika seseorang ingin tahu masa depan, maka jawabannya adalah dengan melihat seperti apa dirinya sekarang.
Sementara itu, pembiasaan juga penting untuk dilakukan, meski sekecil apa pun. Jika seseorang ingin sukses di akhirat, hendaknya dia bertanya pada dirinya tentang apa yang dimilikinya saat ini. Misalnya, seseorang mempunyai gaji dua juta rupiah, kemudian ia bisa menyisihkan tiga ratus rupiah untuk bersedekah dan sama sekali bukan sesuatu yang memberatkan. Karena hal itu dilakukan dalam rangka irama untuk membiasakan diri ataupun belajar untuk berbagi.
Gambaran lain untuk menambah semangat dalam melakukan kebaikan yaitu perihal dakwah. Seseorang tidak perlu menunggu apa pun untuk berdakwah, termasuk alasan kadar ilmu ataupun kelimpahan akan harta. Sebab, Allah Swt telah memberikan pintu menuju kemuliaan kepada setiap hamba-Nya. Setiap orang bisa mengambil peran dakwah saat ini juga dengan apa saja yang dimiliki, seperti harta, pikiran atau tenaga, sesuai potensi yang Allah Swt berikan. Orang kaya tidak harus dengan kadar ilmu tinggi untuk berdakwah. Tetapi dapat dilakukan dengan kekayaannya, dia dapat bekerja sama dengan seorang alim, begitu pun sebaliknya. Pada akhirnya, seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai potensi seperti yang dimiliki orang lain, akan tetapi berbuat baiklah dan bersungguh-sungguh dengan potensi dirinya sehingga mencapai kesuksesan.
Sumber: Isi pemikiran dalam artikel ini dikutip dari Kajian Al-Hikam (Buya Yahya)
Penulis: Asti Dwi Sripamuji
Jangan Tunda Kesuksesan, Mulailah Kebaikan Sekarang Juga!
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahun Baru Islam 1448 H kembali mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di era modern, infrastuktur semakin maju, teknologi berkembang begitu pesat, dan segala informasi dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pagi ini Sabtu, 23 Syawal 1444H/13 Mei 2023 Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah kembali menebar “jaring-jaring”... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA) yang merupakan salah satu bagian dari Divisi Formal Yayasan Al-Bahjah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang beranggapan bahwa kedatangan anak laki-laki lebih dinanti dibandingkan anak perempuan. Sebab, anak laki-laki dipercaya lebih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.... selengkapnya
Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000
Saat ini belum tersedia komentar.