● online
Mengerikan! Saling Mencintai di Dunia Namun Bermusuhan di Akhirat

Pustaka Al-Bahajah, Cirebon – Tahukan sahabat bahwa saat ini banyak sekali orang yang saling mencintai di dunia namun ternyata bermusuhan ketika di akhirat kelak. Siapakah mereka dan mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Ummi Fairuz Ar-Rahbini menjelaskan itu terjadi karena cinta yang dibangun di dunia tersebut tidak dibangun karena Allah. Sebab, ketika cinta tidak dibangun karena Allah, maka cinta nya hanya di dunia saja, di akhirat cinta tersebut akan berubah menjadi permusuhan.
“Kenapa kok orang saling mencintai di dunia bisa menjadi musuh di akhirat? Karena cintanya tidak dibangun karena Allah. Kalau sudah cintanya tidak dibangun karena Allah maka cintanya tidak akan abadi, cintanya hanya sekedar di dunia, tapi tidak di akhirat,” jelas Ummi.
Ummi mencontohkan cinta semacam ini misalnya seorang istri yang tidak mau memakai kerudung dan menutup auratnya. Ketika di akhirat, ia akan berhujjah bahwa ia tidak memakai kerudung dan tidak menutup aurat karena suami nya tidak senang ketika ia memakai kerudung bahkan melarang memakainya.

Ia menyalahkan suaminya di akhirat, padahal ketika di dunia mereka mengatasnamakan cinta, sang istri patuh kepada suaminya. Namun ketika di akhirat sang istri malah menyalahkan suaminya.
Baja Juga: Hati-Hati! Jangan Jadi Laki-Laki Dayyuts, Ini Ancamannya di Akhirat Kelak
Begitupun sebaliknya, sang suami akan ditanya oleh Allah Swt mengapa ia tidak memerintahkan istrinya untuk menutup aurat, sang suami akan mencari hujjah juga untuk menyalahkan istri nya tersebut.
“Akhirnya orang yang mengatakan mencintai tapi kalau sudah tidak dibangun dalam cinta karena Allah maka nanti akan saling menyalahkan pasangan,” ujar Ummi.
Contoh selanjutnya ketika seorang suami mencari nafkah dari yang haram untuk membahagiakan istri nya. Di akhirat ia akan ditanya oleh Allah mengapa ia mencari nafkah dari pekerjaan yang haram, ia pun akan menyalahkan istri nya bahwa ketika ia tidak mendapatkan banyak uang sang istri akan marah. Ia akan mengkambinghitamkan istri nya ketika di akhirat padahal ketika di dunia kelihatannya mereka mesra dan saling mencintai.
Contoh lain adalah antara orang tua dengan anak. Seorang anak yang ketika di dunia meninggalkan shalat karena sibuk bermain dengan gadgetnya. Ketika di akhirat ia akan berhujjah bahwa orang tua nya lah yang memberikan handphone tersebut sehingga ia lalai dan malas dalam shalat nya.

Kemudian orang tuanya juga akan ditanya kenapa memberikan handphone untuk anaknya hingga ia lalai dalam shalat, sang orang tua pun juga akan berhujjah bahwa jika ia tidak memberikan handphone maka ia akan mengamuk.
“Akan Saling menyalahkan orang tua dengan anak, sehingga akhirnya dua-duanya dihukum di neraka Allah swt,“ jelas Ummi.
Begitulah apabila cinta tidak dibangun karena Allah maka tidak akan membawa kepada kebahagiaan yang abadi. Cinta yang hanya sekedar action saja di dunia, secara kasat mata terlihat romantis, mesra, dan harmonis namun ketika di akhirat akan berpisah bahkan saling menyalahkan dan bermusuhan.
“Maka naudzubillah jangan sampai kita mengatasnamakan cinta lalu kita melanggar Allah Swt,” pungkas Ummi.
Semoga Allah senantiasa menjadikan hamba-hamba yang saling mencintai karena Allah Swt, indah di dunia, dan indah di akhirat. Amiin.
Sumber: Chanel Youtube Fairuz Ar-Rahbini
Tags: Al-Bahjah, Saling Mencintai di Dunia Bermusuhan di Akhirat, Ummi Fairuz
Mengerikan! Saling Mencintai di Dunia Namun Bermusuhan di Akhirat
Tak terasa kita sudah berada di hadapan bulan agung dan mulia. Bulan yang dirindukan kedatangannya oleh para kekasih Allah Swt,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penyelenggaraan maulid dan silaturahmi akbar di LPD Al-Bahjah, Cirebon tinggal tiga hari lagi. sebagai upaya untuk... selengkapnya
Sajadah Cinta Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap amal kebaikan yang kita lakukan, baik berupa sedekah maupun berbagi ilmu, akan memberikan pahala langsung kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki akhir tahun baru masehi. Pada malam tahun baru ini, seringkali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perbedaan sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Ia juga bukan merupakan sesuatu yang buruk dan mesti dijelek-jelekkan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya
Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mahar merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki ketika hendak menikah. Namun bagaimana jika... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700
Saat ini belum tersedia komentar.