● online
Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selama kurang lebih satu pekan, Buya Yahya melakukan safari dakwah di Kalimantan Barat sejak hari Sabtu, 30 Jumadil Awal s.d. 6 Jumadil Akhir 1444 H atau 24 s.d. 30 Desember 2022. Dalam safari dakwahnya, Buya menghadiri beberapa tempat diantaranya adalah Pondok Pesantren Al-Bahjah Kubu Raya yang terletak di Desa Sui Itik Kabupaten Kubu Raya, Tabligh Akbar di Masjid Nurul Hidayah yang terletak Kelurahan Naram, Kabupaten Singkawang, Maulid Nabi Muhammad di Masjid Nurul Muslimin, Desa Siantan Hulu, Kota Pontianak, dan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Al-Bahjah Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.

Antara satu tempat dengan tempat lainnya memiliki jarak yang cukup jauh. Dari lokasi tabligh akbar pertama yaitu Pondok Pesantren Al-Bahjah Kubu Raya menuju lokasi kedua yaitu Masjid Nurul Hidayah Kabupaten Singkawang, berjarak sekitar 180 Km dengan waktu perjalanan selama kurang lebih 4.5 jam. Kemudian dari Kabupaten Singkawang menuju lokasi selanjutnya di Desa Siantan Hulu Kota Pontianak, berjarak sekitar 150 Km dengan waktu tempuh selama 3.5 jam, dan dari Desa Siantan Hulu Kota Pontianak menuju lokasi terakhir di Al Bahjah Batu ampar sekitar 80 Km.

Dalam perjalanan safari dakwah tersebut, akses dari satu lokasi menuju lokasi lainnya tidak seperti di pulau Jawa yang serba mudah. Di pulau Kalimantan, untuk menuju suatu tempat tak jarang Buya harus menggunakan moda transportasi air karena sulitnya akses jalur darat menuju lokasi tujuan. Banyaknya sungai dan perairan di wilayah Kalimantan Barat tersebut membuat moda transportasi air menjadi salah satu pilihan paling efektif untuk melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

Perjalanan menggunakan moda transportasi air tersebut tentu bukan tanpa risiko. Justru perjalanan melalui jalur sungai menggunakan perahu memiliki risiko yang cukup besar, sebab sungai-sungai di Kalimantan memiliki debit air dan kedalaman yang cukup besar ditambah dengan keberadaan hewan-hewan buas mengintai siapapun yang mendekatinya. Namun berbagai bahaya dan risiko tersebut Buya tempuh demi perjuangan dakwah Rasulullah Saw.
Semoga Allah Swt menjaga dan melindungi Guru kita tercinta Buya Yahya dari berbagai bahaya, serta diberikan kelancaran dan kesehatan dalam menjalankan tugas dakwah tersebut. Dan kita bisa memetik hikmah bahwa perjuangan dakwah tidaklah mengenal lelah, semua rintangan harus kita terjang dalam memperjuangkan misi dakwah Rasulullah Saw, dan buah dari perjuangan tersebut tentu sudah Allah Swt siapkan di syurga-Nya kelak.
Tags: Buya Yahya, LPD Al-Bahjah, Perjuangan Dakwah, Sungai Kalimantan
Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Praktik penjualan kulit hewan kurban saat hari raya Idul Adha adalah fenomena yang sering kita temui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan ini diagungkan oleh Allah Swt Yang Maha Tinggi. Allah Swt... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang Idulfitri, umat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan... selengkapnya
Rambu-Rambu dalam Menyikapi Berita Miring Seorang Publik Figur Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Shalat fardhu merupakan sebuah kewajiban seorang muslim yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun, termasuk saat... selengkapnya
Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000
Saat ini belum tersedia komentar.