Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Diposting pada 3 Juni 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 16 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Media sosial sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern, khususnya generasi muda. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, mulai dari mempermudah komunikasi, memperluas relasi, hingga menjadi sarana berbagi ilmu dan informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, media sosial juga membawa tantangan besar bagi kesehatan mental dan ketenangan hati, termasuk bagi Muslimah.

Saat membuka media sosial, seseorang sering kali melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Ada yang terlihat sukses di usia muda, memiliki penampilan menarik, hubungan yang harmonis, hingga pencapaian akademik maupun karier yang membanggakan. Tanpa disadari, hal tersebut dapat memunculkan kebiasaan comparison atau membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, banyak Muslimah merasa insecure, kurang percaya diri, bahkan merasa tertinggal dalam hidupnya sendiri. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan realita sebenarnya. Sebagian besar orang hanya memperlihatkan sisi terbaik dalam hidup mereka. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Royal Society for Public Health di Inggris yang menyebutkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti munculnya rasa cemas, rendah diri, dan kesepian. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu memberikan dampak positif apabila digunakan tanpa kontrol diri.

Dalam Islam, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan manusia agar tidak terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain hingga lupa bersyukur atas nikmat yang dimiliki. Setiap orang memiliki jalan hidup, ujian, dan rezeki yang berbeda. Oleh karena itu, Muslimah perlu memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah likes, followers, ataupun komentar dari orang lain. Buya Yahya pernah menyampaikan bahwa:

“Kalau hidup hanya ingin dipuji manusia, maka kita akan lelah. Sebab manusia tidak akan pernah selesai dalam menilai.”

Peryataan tersebut mengajarkan bahwa mencari validasi manusia secara berlebihan hanya akan membuat hati mudah kecewa. Saat seseorang terlalu bergantung pada pengakuan orang lain, ia akan merasa tidak cukup ketika tidak mendapatkan perhatian sesuai harapan. Akibatnya, media sosial bukan lagi menjadi tempat berbagi manfaat, melainkan tempat mencari penerimaaan.

Selain itu, budaya oversharing atau membagikan terlalu banyak hal pribadi di media sosial juga semakin sering terjadi. Banyak orang merasa semua hal harus dipublikasikan, mulai dari masalah pribadi, hubungan, hingga kesedihan yang sedang dialami. Padahal, dalam Islam menjaga privasi merupakan salah satu bentuk menjaga kehormatan diri. Tidak semua hal perlu diketahui publik, karena tidak semua orang mampu menjaga rahasia dan memberikan respons yang baik.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, termasuk dalam dunia digital saat ini. Apa yang diunggah di media sosial akan meninggalkan jejak dan dapat memengaruhi diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, Muslimah perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak pada hal-hal yang merugikan diri sendiri.

Menjaga hati di era sosial bukan berarti harus meninggalkan teknologi sepenuhnya. Sebaliknya, seorang Muslimah perlu belajar menggunakan media sosial dengan lebih sehat dan sadar. Salah satu caranya ialah membatasi waktu penggunaan media sosial, mengikuti akun yang membawa pengaruh positif, serta memperbanyak aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan begitu, hati akan lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kehidupan orang lain.

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat. Dampaknya bergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya. Jika digunakan dengan bijak, media sosial dapat menjadi sarana belajar, berdakwah, dan menyebarkan kebaikan. Namun, jika digunakan tanpa kontrol diri, media sosial justru dapat membuat hati lelah, penuh perbandingan, dan jauh dari rasa syukur. Oleh karena itu, Muslimah perlu menjaga hati, menjaga diri, dan menjadikan hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai prioritas utama di tengah derasnya arus dunia digital.

 

Penulis: Lintang Nur Isna Faradilla

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Suara dari Gaza
9 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah kamar sempit berukuran 3×4 meter, pada sudut kampung yang sunyi dari suara berita dunia, Umar menatap... selengkapnya

6 Tip Persiapan Agar Ibadah Haji dan Umrah Maksimal
8 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Persiapan ibadah haji dan umrah perlu dilakukan dengan matang agar terlaksana dengan maksimal dan sempurna. Bahkan persiapan... selengkapnya

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya
16 Juni 2024

Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA. Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Imam Nawawi menyebutkan dalam Kitab Al-Adzkar, “Ketahuilah sesungguhnya disunnahkan menghidupkan 2 malam... selengkapnya

Persiapan Bulan Ramadan, Buya Yahya Sampaikan Ini Agar Puasa Anda Sukses!
7 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Ramadan yang senantiasa dinantikan umat Islam di seluruh dunia akan segera tiba. Bulan suci tersebut menjadi... selengkapnya

Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Buya Yahya Menjawab
22 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perbedaan sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Ia juga bukan merupakan sesuatu yang buruk dan mesti dijelek-jelekkan.... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (3)
29 September 2024

  Menunggu   Barangkali tap tip jiwa sama-sama lupa Barangkali tap tip jiwa sama-sama tuli Barangkali tap tip jiwa sama-sama... selengkapnya

Cara Bijak Menghadapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
14 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peradaban manusia berkembang begitu cepat di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang... selengkapnya

Urgensi Akhlak dalam Membangun Peradaban Islam: Telaah Nilai-Nilai Nabawi
18 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika kita menelusuri sejarah kejayaan Islam, salah satu fondasi utama yang menopang bangunan peradaban itu adalah akhlak. Rasulullah... selengkapnya

Umat Islam Wajib Mengenal Tahun Hijriah
25 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merayakan tahun baru merupakan salah satu momen yang sangat dinanti oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan momen pergantian tahun... selengkapnya

KDRT, Kepada Siapa Ku Harus Mengadu?
26 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap rumah tangga pasti pernah mengalami permasalahan, sebab manusia adalah mahluk yang memiliki hawa nafsu sehingga... selengkapnya

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: