Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Diposting pada 3 Juni 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 61 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Media sosial sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern, khususnya generasi muda. Kehadirannya memberikan banyak manfaat, mulai dari mempermudah komunikasi, memperluas relasi, hingga menjadi sarana berbagi ilmu dan informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, media sosial juga membawa tantangan besar bagi kesehatan mental dan ketenangan hati, termasuk bagi Muslimah.

Saat membuka media sosial, seseorang sering kali melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Ada yang terlihat sukses di usia muda, memiliki penampilan menarik, hubungan yang harmonis, hingga pencapaian akademik maupun karier yang membanggakan. Tanpa disadari, hal tersebut dapat memunculkan kebiasaan comparison atau membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, banyak Muslimah merasa insecure, kurang percaya diri, bahkan merasa tertinggal dalam hidupnya sendiri. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan realita sebenarnya. Sebagian besar orang hanya memperlihatkan sisi terbaik dalam hidup mereka. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Royal Society for Public Health di Inggris yang menyebutkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti munculnya rasa cemas, rendah diri, dan kesepian. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu memberikan dampak positif apabila digunakan tanpa kontrol diri.

Dalam Islam, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan manusia agar tidak terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain hingga lupa bersyukur atas nikmat yang dimiliki. Setiap orang memiliki jalan hidup, ujian, dan rezeki yang berbeda. Oleh karena itu, Muslimah perlu memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah likes, followers, ataupun komentar dari orang lain. Buya Yahya pernah menyampaikan bahwa:

“Kalau hidup hanya ingin dipuji manusia, maka kita akan lelah. Sebab manusia tidak akan pernah selesai dalam menilai.”

Peryataan tersebut mengajarkan bahwa mencari validasi manusia secara berlebihan hanya akan membuat hati mudah kecewa. Saat seseorang terlalu bergantung pada pengakuan orang lain, ia akan merasa tidak cukup ketika tidak mendapatkan perhatian sesuai harapan. Akibatnya, media sosial bukan lagi menjadi tempat berbagi manfaat, melainkan tempat mencari penerimaaan.

Selain itu, budaya oversharing atau membagikan terlalu banyak hal pribadi di media sosial juga semakin sering terjadi. Banyak orang merasa semua hal harus dipublikasikan, mulai dari masalah pribadi, hubungan, hingga kesedihan yang sedang dialami. Padahal, dalam Islam menjaga privasi merupakan salah satu bentuk menjaga kehormatan diri. Tidak semua hal perlu diketahui publik, karena tidak semua orang mampu menjaga rahasia dan memberikan respons yang baik.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, termasuk dalam dunia digital saat ini. Apa yang diunggah di media sosial akan meninggalkan jejak dan dapat memengaruhi diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, Muslimah perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak pada hal-hal yang merugikan diri sendiri.

Menjaga hati di era sosial bukan berarti harus meninggalkan teknologi sepenuhnya. Sebaliknya, seorang Muslimah perlu belajar menggunakan media sosial dengan lebih sehat dan sadar. Salah satu caranya ialah membatasi waktu penggunaan media sosial, mengikuti akun yang membawa pengaruh positif, serta memperbanyak aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan begitu, hati akan lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kehidupan orang lain.

Pada akhirnya, media sosial hanyalah alat. Dampaknya bergantung pada bagaimana seseorang menggunakannya. Jika digunakan dengan bijak, media sosial dapat menjadi sarana belajar, berdakwah, dan menyebarkan kebaikan. Namun, jika digunakan tanpa kontrol diri, media sosial justru dapat membuat hati lelah, penuh perbandingan, dan jauh dari rasa syukur. Oleh karena itu, Muslimah perlu menjaga hati, menjaga diri, dan menjadikan hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai prioritas utama di tengah derasnya arus dunia digital.

 

Penulis: Lintang Nur Isna Faradilla

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Buya Yahya Ingatkan Beratnya Menjadi Pemimpin
10 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat kita memiliki pemimpin atau atasan, Buya Yahya mengingatkan agar kita tidak lupa untuk mendoakan mereka. Jangan... selengkapnya

Tantangan Muslimah Masa Kini Menjaga Iffah di Era Digital
17 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Era digital menghadirkan berbagai kemudahan. Namun juga memunculkan tantangan serius dalam menjaga nilai-nilai Islam, khususnya bagi para Muslimah.... selengkapnya

Panggilan Tengah Malam
5 Oktober 2025

TEMBOK kamar pondok yang lembap itu seperti satu-satunya yang nyata. Dinginnya meresap hingga ke tulang, menemani kesunyian yang pekat. Hanya... selengkapnya

PSTS dan PSAJ SMAIQu Al-Bahjah Pusat Telah Usai: Meskipun Bernuansa Akademik, Kedua Seperti Episode Sinetron
19 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembaca yang dermawan, dalam ekosistem pendidikan yang terus berevolusi, para peserta didik SMAIQu Al-Bahjah kini berhadapan dengan... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatullatifah (1): Konvensi Estetika sebagai Ciri Khas dalam Puisi Spiritualitas
31 Mei 2025

Hanya Engkau Sandaranku   Hati terkoyak sunyi tanpa suara, Menadah luka dalam pelukan doa, Diamku adalah lautan sabar yang dalam,... selengkapnya

Urgensi Akhlak dalam Membangun Peradaban Islam: Telaah Nilai-Nilai Nabawi
18 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika kita menelusuri sejarah kejayaan Islam, salah satu fondasi utama yang menopang bangunan peradaban itu adalah akhlak. Rasulullah... selengkapnya

Tanda-Tanda Jodoh yang Cocok Menurut Al-Qur’an
22 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana tanda-tanda jodoh menurut Al-Qur’an? Apa yang membuat seseorang bisa disebut sebagai jodoh yang... selengkapnya

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?
26 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruangan yang belakangan ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Pada gunung-gunung tertentu, proses pendakian... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya

Manajemen Waktu ala Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazalie
23 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Manusia diberi nikmat oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan waktu yang begitu panjang dalam satu harinya, yakni... selengkapnya

Buya Yahya: Kalau Hanya Ingin Dipuji Manusia, Maka Hidup Akan Lelah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: