Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Diposting pada 19 Agustus 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 20 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah megahnya kebangkitan syiar Islam saat ini, terselip sebuah ironi yang menusuk dada. Fenomena membludaknya lulusan pesantren ternyata bertolak belakang dengan kekokohan benteng moral yang seharusnya mereka jaga. Tidak sedikit dari mereka yang justru terperosok dengan menjalin hubungan pacaran. Fenomena ini melahirkan keprihatinan mendalam. Bagaimana mungkin bertahun-tahun waktu yang dihabiskan menimba ilmu syariat di balik tembok pesantren, justru tergelincir dalam interaksi yang melanggar batas-batasan agama.

Antara Mencari Ilmu dan Penjagaan Hati

Perlu disadari bahwa status alumni pesantren adalah sebuah kemuliaan. Namun keduanya bukanlah jaminan mutlak seseorang terbebas dari godaan hawa nafsu. Ilmu sering kali baru sebatas wawasan di kepala atau tumpukan memori di lidah, belum sepenuhnya meresap menjadi kesadaran spiritual (khasyyah) yang membentengi tindakan.

Perkembangan teknologi, maraknya romantisasi hubungan di media sosial, serta pembenaran semu seperti istilah “pacaran islami” atau “ta’aruf berkepanjangan” kerap menjadi pintu masuk yang samar. Fenomena ini membuktikan bahwa ujian terbesar seorang penuntut ilmu bukanlah ketahuannya akan hukum, melainkan kemampuannya menundukkan nafsu ketika berhadapan dengan godaan asmara.

Batasan Hubungan Lawan Jenis dalam Surah Al-Isra’ Ayat 32

Dalam hukum Islam, larangan mengenai interaksi lawan jenis yang tidak halal berlaku universal. Syariat tidak memberikan pengecualian atau imunitas khusus berdasarkan status sosial, gelar keagamaan, maupun latar belakang pendidikan seseorang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan sangat tegas:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Ayat ini menggunakan redaksi wa la taqrabu (dan janganlah kalian mendekati), bukan sekadar la taznu (janganlah kalian berzina).  Larangan “mendekati” mengandung makna pencegahan yang sangat mendasar, yakni segala bentuk komunikasi yang tidak perlu, perjumpaan tanpa batas, atau ikatan emosional yang belum halal tergolong sebagai pintu-pintu yang mendekatkan seseorang pada perbuatan zina.

Ketika seorang santri berpacaran, mereka sedang melangkah masuk ke dalam pintu yang dilarang tersebut. Pendidikan akhlak yang ada di dalam dada seharusnya menjadi benteng utama untuk menjauhi larangan ini, bukan justru diabaikan demi menuruti perasaan sesaat.

Memikul Beban Teladan di Tengah Masyarakat

Seorang alumni pesantren memikul beban moral yang jauh lebih berat dibanding masyarakat umum. Mereka dipandang sebagai cerminan atau teladan bagi lingkungan sekitar.

Ketika seorang teladan terbiasa melanggar batas-batasan Allah, dampak kerusakannya tidak hanya menimpa dirinya sendiri. Hal itu dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam, memicu rasionalisasi dosa bagi orang lain, yaitu “santri saja pacaran, apalagi kita”, dan merendahkan kehormatan ilmu agama yang selama ini dipelajari.

Kembalikan Kesucian Ilmu

Mengatasi fenomena ini memerlukan kesadaran personal yang mendalam. Bagi para alumni pesantren, penting untuk senantiasa memperbarui niat, menundukkan pandangan (ghaddul bashar), serta memilih lingkungan pergaulan yang saling mengingatkan dalam kebenaran.

Jika rasa cinta dan ketertarikan terhadap lawan jenis itu hadir sebagaimana fitrah manusia pada umumnya, Islam telah menyediakan jalan yang mulia dan terhormat, yaitu menyempurnakannya melalui ikatan pernikahan yang sah, atau menahannya dengan kesabaran dan puasa hingga saat yang tepat tiba. Mutiara ilmu agama terlalu berharga untuk ditukarkan dengan hubungan semu yang dibalut dosa. Mari kita jaga kemuliaan ilmu di dalam dada dengan memelihara kesucian akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Adab (Nadzor): Melihat atau Mengamati Calon Pasangan Sebelum Menikah
29 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di dalam agama Islam melihat atau mengamati calon pasangan sebelum menikah (nadzor) disunnahkan ketika ingin menjodohkan seseorang. Namun... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (1)
27 April 2024

  MALU Aku malu pada bulan Yang terangnya meluluhlantahkan gelapnya hatiku Aku malu pada bintang Yang indah kemerlapnya tak seujung... selengkapnya

Allah Bersumpah dengan Pena: Simbol Ilmu, Amal, dan Medium Peradaban
8 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Selembar kertas tampak sederhana, rapuh, bahkan sering terabaikan. Namun di balik kesederhanaannya, ia adalah saksi bisu perjalanan ilmu,... selengkapnya

(Cerpen) Menara Masjid
27 September 2025

DI SEBUAH sekolah menengah Islam terpadu yang berdiri di pinggiran kota, terdapat sebuah masjid yang bermenara menjulang anggun. Menara itu... selengkapnya

Muslimah Begitu Berharga, Maka Ia Dijaga
13 Maret 2024

  Islam sebagai agama yang sempurna, sejak awal telah mendeklarasikan hak-hak wanita secara sempurna pula. Sejak saat itu, wanita muslimah... selengkapnya

Menjaga Lingkungan dalam Perspektif Islam: Hifzh Al-Biah dan Hifzh Al-Nafs
10 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya menjaga lingkungan (hifzh... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatullatifah (1): Konvensi Estetika sebagai Ciri Khas dalam Puisi Spiritualitas
31 Mei 2025

Hanya Engkau Sandaranku   Hati terkoyak sunyi tanpa suara, Menadah luka dalam pelukan doa, Diamku adalah lautan sabar yang dalam,... selengkapnya

Peresmian Gedung Penerbit Pustaka Al-Bahjah
17 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sebagai upaya penyebaran ilmu agama Islam, Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah... selengkapnya

Sinergi Pejuang Al-Bahjah Menyambut Maulid Akbar Nabi Muhammad Saw 1444 H
29 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan maulid akbar Nabi Muhammad Saw yang akan diselenggarakan pada Ahad, 6 Rabiul... selengkapnya

Dengan Zakat Urusan Kita Akan Dimudahkan, Begini Niatnya
8 April 2024

Zakat, salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting, bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang... selengkapnya

Dua Kata Lucu: Santri Pacaran

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: