Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis

Diposting pada 6 Maret 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 536 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat Ramadan, ramai di media sosial unggahan konten yang menggunakan istilah mokel. Mokel adalah bahasa gaul yang berasal dari bahasa Jawa dan sudah akrab bagi pengguna sosial media. Mokel adalah tindakan membatalkan puasa Ramadan secara sengaja dengan makan, minum, dan semacamnya secara diam-diam. Meski diam-diam, mirisnya tidak jarang aksi mokel ini dilakukan secara terang-terangan dengan merasa tidak bersalah. Bahkan menjadi bahan lelucon di sosial media dengan tagline “mokel core”, yakni sekumpulan adegan orang-orang yang tertangkap basah makan dan minum di siang bulan Ramadan.

Fenomena mokel dilakukan seseorang dengan beragam alasan dan motif. Di antaranya seperti: Rendahnya kontrol diri menahan lapar, haus, atau hawa nafsu yang ekstrem di siang hari. Tekanan sosial, merasa terpaksa ikut berpuasa meskipun secara fisik atau mental tidak siap, sehingga memilih mokel. Fisik tidak prima, kondisi tubuh sakit atau lemas namun pelaku enggan mengakuinya sehingga memilih membatalkan puasa secara diam-diam. Faktor lingkungan atau teman, pengaruh ajakan teman atau lingkungan sekitar yang juga tidak berpuasa. Hingga faktor kurangnya pemahaman agama akan syariat, esensi kejujuran, dan niat ibadah.

Puasa memang kewajiban bagi manusia beriman dan puasa telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Seseorang yang menahan lapar dan haus selama seharian berpuasa akan diganjar atau dijanjikan padanya pahala. Orang yang kurang memiliki pemahaman agama dan kepercayaan akan pahala, sering kali mudah mengabaikan syariat puasa ini. Karena pahala sifatnya ghaib atau tidak terlihat, sedangkan melaksanakan puasa dapat mengakibatkan letih, lemas, lesu, dan sebagainya.

Sering kali manusia enggan melakukan sesuatu yang membuat dirinya payah dan tidak ada keuntungan bagi dirinya sendiri. Padahal puasa tidak hanya untuk mendapatkan pahala dan menggugurkan kewajiban semata. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang dengan melaksanakan puasa. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ زَكَرِيَّا، ثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ الْجَزَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي دَاوُدَ، ثنا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اغْزُوا تَغْنَمُوا، وَصُومُوا تَصِحُّوا، وَسَافِرُوا تَسْتَغْنُوا

“Musa bin Zakariyya meriwayatkan kepada kami, Ja’far bin Muhammad bin Fudayl al-Jazari meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Sulayman bin Abi Dawud meriwayatkan kepada kami, Zuhayr bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat Suhayl bin Abi Salih, berdasarkan riwayat ayahnya, berdasarkan riwayat Abu Hurayrah, yang berkata: Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Berperanglah niscaya kalian akan mendapatkan harta rampasan, berpuasalah maka kalian akan sehat, dan bersafarlah maka kalian akan kaya.’”

Meskipun banyak ulama dan cendekiawan yang mengkritik hadis ini dari segi sanad termasuk dha’if. Bukan berarti umat Muslim berkesimpulan untuk meninggalkan amalan hadis tersebut tentang puasa karena akan mendatangkan penyakit. Akan tetapi kutipan matan hadis di atas, menurut Syekh Abdullah Siraj al-Din al-Husaini berdasarkan hadis riwayat al-Thabarani termasuk sanad hadis yang tsiqah.

Terlepas dari khilaf sanad hadis yang dha’if atau tsiqah, secara substansial, matan hadis di atas tentang puasa akan mendapatkan kesehatan, dibenarkan dalam ilmu medis. Di antara manfaat puasa untuk kesehatan adalah terbakarnya lemak-lemak yang ada di dalam tubuh. Ketika perut manusia kosong dari aktivitas makan dan minum, organ tubuh yang lain akan merasa lemas. Dari rasa itulah tubuh manusia di-setting secara otomatis untuk mengubah tumpukan kolestrol menjadi suatu energi.

Dari proses pengubahan tumpukan kolestrol menjadi suatu energi itu akan menghasilkan HDL (High Density Lipoprotein). HDL yakni kadar kolestrol baik bagi tubuh yang berfungsi seperti vaccum cleaner untuk menghapus flek-flek yang ada dalam pembuluh darah. Selain itu, selama puasa, peningkatan HDL dapat menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolestrol jahat, sehingga berperan penting dalam membersihkan lemak hasil dari metabolisme karbohidrat dan trigliserid. Peningkatan HDL selama puasa membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, mencegah penyumbatan, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, jantung serta stroke.

Realita yang juga dijumpai dalam dunia medis, sering kali para dokter memerintahkan pasien yang akan dioperasi untuk berpuasa atau mengambil jeda sekitar 6-8 jam untuk tidak makan dan minum. Hal itu wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius terutama aspirasi paru, yakni isi lambung masuk ke paru-paru akibat muntah saat dibius yang bisa menyebabkan infeksi atau pneumonia. Di sisi lain, puasa pun dapat menurunkan kadar kolesterol, kadar gula, hipertensi, dan kadar beberapa penyakit lain semakin menurun dan bahkan dapat kembali ke kondisi normal.

Selain mendapat validasi dari pakar medis terkait manfaat puasa, Syekh Abdullah Siraj al-Din pun berpendapat bahwa puasa memberikan kesehatan bagi tubuh dan pelindung dari berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan mayoritas penyakit yang menyerang tubuh sejatinya disebabkan oleh penumpukan sisa-sisa makanan atau pola makanan yang salah, dan kondisi perut yang terlalu penuh.

Puasa pun dapat memberikan kesejahteraan intelektual, kejernihan pikiran, meningkatkan daya ingat, serta mengurangi sifat pelupa. Hal ini dikarenakan terlalu banyak makan dapat memperbanyak unsur kelembapan cairan tubuh dan uap-uap yang berlebih dalam otak yang mana hal tersebut memicu rasa malas dan memberatkan kerja daya ingat sehingga seseorang sering lupa.

Maka ketika seorang Muslim memilih untuk mokel makan, minum, merokok dengan sengaja di tempat umum tanpa ada alasan yang dibenarkan secara syarak, ia tidak hanya sedang melanggar kewajiban. Ia pun telah mengabaikan detoksifikasi secara alami bagi tubuh, mengakibatkan rusaknya ritme kerja sel tubuh, karena membiarkan tubuh terus-terusan bekerja mencerna apa yang dikonsumsinya, sehingga ia membiarkan kolestrol jahat menumpuk dalam tubuhnya.

 

Referensi:

  • Habib Muhammad bin Anies Shahab, Miracle of Puasa. Ttp: t.np, 2019.
  • Abdullah Siraj al-Din al-Husaini, al-Shiyam: Adabuhu, Mathalibuhu, Fawa`iduhu, Fadha`iluhu. Ttp: Maktabah Dar al-Rahmah, t.th.

 

Penulis: Nur Kholisah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia
10 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga... selengkapnya

Alam Barzakh: Kenikmatan dan Siksa bagi Ruh dan Jasad
2 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Hukum Menunda Mandi Junub hingga Setelah Subuh di Bulan Ramadan
12 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit... selengkapnya

Revitalisasi Ajaran Sosial-Religius Sunan Gunung Djati: Pilar Harmoni dalam Kehidupan Bermasyarakat
5 Februari 2025

sumber gambar: Suara Cirebon Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sunan Gunung Djati, atau yang dikenal dengan nama Syarif Hidayatullah, merupakan salah satu... selengkapnya

Merasa Malas Wiridan? Coba Cara Ini!
4 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telah dibahas sebelumnya bahwa wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunah muakkadah dan ghairu muakkadah)... selengkapnya

Masalah dalam Bersedekah
22 Maret 2021

Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya

2 Golongan Muslim Yang Tidak Akan Diberikan Pengampunan Saat Malam Nisfu Sya’ban
7 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya

6 Tip Persiapan Agar Ibadah Haji dan Umrah Maksimal
8 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Persiapan ibadah haji dan umrah perlu dilakukan dengan matang agar terlaksana dengan maksimal dan sempurna. Bahkan persiapan... selengkapnya

Menyambut Kedatangan Murobbina Buya Yahya & Ummi Fairuz
25 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: