Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tip Sedekah Membawa Untung

Tip Sedekah Membawa Untung

Diposting pada 21 Januari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 236 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sedekah adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan oleh setiap Muslim, baik dirinya kaya maupun fakir. Dalam Islam tidak ada patokan minimal besaran yang wajib dikeluarkan untuk bersedekah. Artinya, setiap Muslim diperkenankan bersedekah sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Jika dia adalah orang fakir, dia diperbolehkan bersedekah dengan sedikit harta sesuai kemampuannya. Sebaliknya, kalau dia adalah orang kaya, dia juga diperkenankan bersedekah sebanyak harta yang bisa dia keluarkan.

Sedekah bisa dilakukan oleh siapa pun. Akan tetapi, banyak cobaan dan rintangan muncul tatkala kita ingin bersedekah. Ada yang datang dari dalam diri yaitu hawa nafsu, dan ada pula yang datang dari luar yakni bisikan setan. Keduanya akan memengaruhi kita agar tidak bersedekah. Lebih buruknya lagi, hawa nafsu dan bisikan sering kali menganjurkan kita untuk bersedekah terlebih dulu, lalu membuat kita merasa menyesal kemudian. Contoh, ketika kita telah bersedekah Rp20.000, kemudian kita menemukan sebuah toko yang menawarkan diskon paket sembako seharga Rp20.000. Ketika itu hawa nafsu dan setan mulai berbisik, “Andai tadi tidak sedekah, pasti bisa beli paket sembako.”

Begitulah setan menggoda hamba Allah dengan berbagai cara, meskipun hamba tersebut sedang berbuat baik sekalipun. Jika setan mengetahui seorang hamba memiliki niat ingin berbuat baik, setan tidak hanya mencoba untuk menggagalkan amal baik tersebut. Akan tetapi, setan juga berusaha untuk menjadikan amal baik itu tidak bermanfaat dengan membuat sang hamba sombong dan berpuas diri. Membiarkan seorang hamba berpuasa, tetapi tetap menggodanya agar malas melaksanakan shalat. Membiarkan seorang hamba bersedekah, tetapi berbisik kepadanya agar merendahkan orang lain. Memudahkan seorang hamba pergi umrah, tetapi tetap mengajaknya untuk berfoya-foya. Oleh karena itu, agar sedekah kita tidak terjebak dengan perangkap-perangkan setan, mari kita belajar cara sedekah yang benar dan tepat. Mengutip pendapat guru kita Buya Yahya, beliau menyampaikan bahwa kita bisa meniru cara sedekah Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bersedekah dengan empat cara. Jika beliau mendapatkan uang Rp1.000.000, beliau akan membaginya menjadi empat. Seperempat pertama (Rp250.000) beliau sedekahkan pada waktu pagi, seperempat kedua (Rp250.000) disedekahkan pada waktu malam, seperempat ketiga (Rp250.000) disedekahkan secara terang-terangan, dan seperempat terakhir (Rp250.000) disedekahkan secara sembunyi-sembunyi. Artinya, dalam bersedekah hendaknya kita membuat warna-warni. Sebab warna-warni dalam berbuat baik itu penting agar kita tidak mudah tergoda oleh setan sekaligus mendidik hawa nafsu. Warna-warni dalam sedekah juga mengajarkan kepada kita bahwa di saat kita berani bersedekah sembunyi-sembunyi, maka kita harus berani sedekah secara terang-terangan. Tanda ikhlas seorang hamba yang berani sedekah terang-terangan adalah berani sedekah secara sembunyi-sembunyi.

Memang benar ada hadist dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam tentang orang yang mendapatkan perlindungan di akhirat karena bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, hadits ini sering kali dijadikan sandaran dan alasan bagi orang pelit saat ingin bersedekah. Padahal Allah telah memberikan kepadanya harta berlimpah hingga menjadikan dia kaya raya, tetapi dia bersedekah hanya dengan sebutir kurma secara sembunyi-sembunyi.

Jika kita meniru gaya sedekah Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, maka di saat kita bersedekah terang-terangan, di saat itu pula kita memberi contoh agar orang lain mau bersedekah. Ketika kita telah memberikan contoh, maka kita segara menyempurnakannya dengan sedekah sembunyi-sembunyi agar hati kita bisa belajar ikhlas. Artinya, sesaat kita memberikan contoh dan sesaat kita belajar ikhlas.

Bersamaan dengan itu, bersedekah secara terang-terangan juga dapat memangkas riya di dalam hati. Seperti hamba Allah yang bersedekah Rp50.000 lalu diumumkan dan ditulis di papan pengumuman sedekah masjid. Namun sebelum hamba tersebut bersedekah secara terang-terangan, dirinya telah terlebih dulu bersedekah secara sembunyi-sembunyi ke kotak amal masjid sebesar Rp100.000. Melalui contoh tersebut kita dapat mengambil pelajaran, ketika kita takut riya dalam bersedekah, maka iringi sedekah tersebut dengan sedekah sembunyi-sembunyi. Artinya, jika kita sudah terlanjur dilihat berbuat baik oleh orang lain, iringi dengan perbuatan baik yang serupa atau lebih besar secara sembunyi-sembunyi. Sebab, tanda ikhlas seorang hamba yang sedekah terang-terangan adalah dirinya tidak akan berat bersedekah yang serupa atau lebih besar secara sembunyi-sembunyi.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Tip Sedekah Membawa Untung

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

Apakah Kebakaran di Los Angeles Balasan atas Kekejaman di Gaza?
16 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menelisik peristiwa yang terjadi di Palestina, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya. Pertama adalah rakyat... selengkapnya

Perjalanan Menuju Sebuah Perubahan yang Besar Memang Panjang dan Melelahkan
12 November 2024

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ... selengkapnya

Liburan Telah Selesai, Begini Cara Memulai Aktivitas dengan Semangat Baru
25 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya

Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam
11 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya

Apakah Curhat Termasuk Gibah?
7 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Curhat bisa menjadi suatu gunjingan dan bisa juga bukan. Artinya, terdapat dua tipe curhat, yaitu curhatan untuk... selengkapnya

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan
12 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang... selengkapnya

Al-Bahjah Pusat Kukuhkan Pengasuh Pondok Pesantren Baru
28 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam upaya menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan melanjutkan sinergitasnya, Pondok Pesantren Al-Bahjah Pusat mengukuhkan pengasuh baru. Acara... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”
7 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya

Tanda Allah Cinta kepada Kita
27 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh manusia. Ada yang menjelma... selengkapnya

Tip Sedekah Membawa Untung

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: