Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Diposting pada 27 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 540 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik dan benar. Inilah kemudian menjadi yang kewajiban setiap Muslim kepada Muslim lainnya untuk menyampaikan kebaikan, walaupun satu ayat. Hal ini yang akan mendorong setiap orang agar bisa saling berbagi pengetahuan. Meski kecil, tetap bernilai dan bisa berdampak besar. Namun memberikan kebaikan ini mesti disertai dengan pertanggungjawaban terkait isi yang disampaikannya. Seperti, memilah dan memilih topik dan orang yang disesuaikan dengan keahlian atau bidang yang dikuasainya. Apalagi ketika kita berbicara tentang suatu persoalan di sebuah mimbar ataupun di media. Sebab dengan begitu, apa pun yang disampaikan nantinya benar-benar memberikan dampak, bukan menyesatkan.

Berbicara tentang suatu persoalan di sebuah media bukanlah hanya bermodalkan pandai berbicara (public speaking) saja. Akan tetapi, harus diimbangi dengan keilmuan yang dikuasai, dalam arti lain, orang yang ahli di bidangnya. Betapa celakanya, orang-orang berbicara di media tanpa diimbangi dengan keilmuan yang dimiliki. Berbicara hanya berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok saja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ahli berarti orang yang sangat mahir, menguasai, dan paham dalam suatu ilmu atau seseorang yang memiliki keahlian mendalam dalam menelaah dan menganalisis suatu bidang. Terdapat perbedaan antara opini pribadi dan pendapat berdasarkan keahlian. Opini pribadi lebih cenderung kepada pengalaman pribadi yang bersifat subjektif dan terkadang tidak ada bukti yang konkret. Sedangkan pendapat berdasarkan ahli umumnya berdasarkan pengetahuan mendalam, penelitian dan data yang di dapatkan oleh seseorang yang ahli di bidangnya.

Kompetensi dan sumber data yang valid menjadi hal yang penting dalam produksi media, karena media dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang menyaksikannya. Jika yang ditampilkan sebuah kebaikan berupa ilmu pengetahuan, hal ini dapat menjadi sarana edukasi. Akan tetapi, jika yang ditampilkan sebaliknya, hal ini akan menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat, apalagi yang kaitannya dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Hal seperti itu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan bisa menyulut sebuah konflik.

Ketika sebuah media menampilkan program yang diisi oleh orang yang bukan ahli di bidangnya─hanya pandai dalam berbicara tapi tidak diimbangi dengan keilmuan yang cukup─hal ini berpotensi memicu terjadinya beberapa dampak permasalahan. Pertama, terjadinya disinformasi atau penyampaian informasi yang salah, sehingga membingungkan orang lain yang menyaksikan konten tersebut. Kedua, hilangnya kepercayaan publik terhadap media yang menampilkan informasi keliru. Ketiga, terjadi keputusan, menciptakan stigma, atau persepsi yang salah dari publik karena didasarkan pada informasi yang keliru dan menyesatkan. Keempat, terjadinya protes oleh masyarakat atau kelompok yang merasa dirugikan karena kesalahan dalam menyampaikan informasi dan bisa berujung pada tindakan hukum.

Faktor yang menyebabkan orang dapat berbicara apa pun meskipun bukan ahlinya, salah satunya karena mudahnya mengakses media sosial dan platform digital sehingga mereka merasa tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya. Paradoks ini, harus menjadi kesadaran berbagai pihak, bahwa kemudahan mengakses informasi harus disertai dengan peningkatan literasinya. Sebab, kurangnya literasi informasi menjadi penyebab pemahaman seseorang tidak didapatkan secara utuh tanpa mengetahui kebeneran informasinya.

Perlu adanya upaya untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam menyampaikan dan menerima informasi. Meningkatkan literasi media dan informasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendidik masyarakat untuk membedakan sumber yang kredibel. Kemudian Islam telah memberikan banyak etika dalam berkomunikasi, maka junjunglah etika tersebut agar ketika berbicara di ruang publik tidak ada orang atau kelompok yang merasa tersinggung. Begitu pentingnya menyadari batas keilmuan diri ketika menyampaikan sesuatu. Jika tidak tahu, katakanlah tidak tahu. Jangan memberikan informasi yang kita sendiri tidak mengetahui. Selain itu peran media dalam menyaring narasumber dan sumber informasi menjadi hal yang sangat penting. Media harus mengutamakan narasumber yang ahli di bidangnya ketika hendak mengangkat tema-tema tertentu.

Upaya yang terakhir yaitu menguatkan peran ahli dengan memberi ruang bagi para ahli untuk terlibat dalam diskusi publik. Jadikanlah para ahli sebagai rujukan ketika hendak menyampai informasi atau narasi yang ‘rentan’ untuk dibahas. Jika berbicara agama, jadikan para pemuka agama atau ulama sebagai narasumber. Begitu juga ketika berbicara tentang politik, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya, maka jadikan para ahli di bidangnya sebagai narasumber. Dengan demikian informasi yang disampaikan adalah informasi yang valid atau sesuai dengan keilmuannya.

Begitu pentingnya mendengar dan memberi ruang kepada narasumber yang sesuai dengan keahliannya. Sebab, hal ini berpengaruh kepada publik yang mendengar atau yang menyaksikan. Selain itu, jadilah masyarakat yang kritis, bijak, dan cerdas dalam menerima sebuah informasi, agar bisa membedakan mana informasi yang valid dan mana informasi yang hoaks.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Agar Tidak Sama Dengan Kaum Yahudi, Berikut 3 Cara Berpuasa Asyura
25 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa 10 Muharram atau puasa asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dikukuhkan oleh Baginda Nabi Saw.... selengkapnya

Hakikat Ketakwaan
3 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Takwa merupakan inti dari perintah Allah Swt kepada hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ‘yang paling... selengkapnya

4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
20 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya

Buya Yahya Jelaskan Hukum SBN dan Pengelolaannya sebagai Uang Pensiun Menurut Pandangan Hukum Islam
27 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu jamaah yang dilontarkan kepada Buya Yahya, yaitu mengenai orang yang... selengkapnya

6 Tip Persiapan Agar Ibadah Haji dan Umrah Maksimal
8 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Persiapan ibadah haji dan umrah perlu dilakukan dengan matang agar terlaksana dengan maksimal dan sempurna. Bahkan persiapan... selengkapnya

Bagaimana Jika Biji Sawi Ternyata Lebih Besar dari Imanmu?
21 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjadi Islam melalui dua kesaksian (mengesakan Allah Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya), shalat, puasa, zakat, dan haji adalah klaim... selengkapnya

Tingkatkan Semangat dan Kinerja, Pejuang Pustaka Al-Bahjah Gelar Upgrading dan Tadabur Alam
9 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian
9 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah sekian lama bekerja di sebuah instansi, saya memutuskan resign, kemudian mencoba peruntungan dengan melamar di beberapa lembaga... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Jika yang Berbicara Bukan Ahlinya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: