● online
Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan inti dari risalah kenabian. Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam dengan tegas menyatakan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad). Hadis ini menegaskan bahwa seluruh ajaran Islam, baik yang bersifat ritual maupun sosial, pada hakikatnya bertujuan melahirkan akhlak mulia dalam diri manusia. Dalam Al-Qur’an, akhlak dijadikan tolok ukur keimanan. Allah berfirman: “Sungguh, engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4). Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan seorang Rasul tidak hanya pada wahyu yang diterimanya, tetapi juga pada akhlak yang beliau peragakan dalam kehidupan nyata.
Akhlak dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari iman. Iman tanpa akhlak bagaikan pohon tanpa buah. Dalam salah satu hadis riwayat Imam at-Tirmidzi, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” Hal ini mengisyaratkan bahwa kualitas iman seseorang tercermin dalam perilaku sehari-harinya.
Dalam kehidupan sosial, akhlak menjadi instrumen yang mengikat umat dalam ukhuwah. Tanpa akhlak, ibadah ritual hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi. Oleh sebab itu, pendidikan akhlak harus menjadi prioritas dalam setiap proses pembelajaran Islam, baik di sekolah, pesantren, maupun perguruan tinggi.
Fiqih menekankan dimensi lahiriah amal perbuatan, sedangkan tasawuf menekankan dimensi batiniah. Kedua disiplin ini bertemu pada tujuan yang sama: melahirkan akhlak mulia. Seorang ahli fiqih yang menunaikan ibadah sesuai syariat, tetapi tidak memiliki akhlak, ibadahnya menjadi kering. Sebaliknya, seorang ahli tasawuf yang menekankan hati tanpa menjalankan syariat juga akan tersesat.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menegaskan bahwa akhlak adalah buah dari perpaduan antara fiqih dan tasawuf. Akhlak lahir dari hati yang bersih, niat yang lurus, dan amal yang sesuai syariat. Dengan demikian, membina akhlak tidak cukup dengan pengajaran teori, tetapi harus disertai pembiasaan, keteladanan, dan latihan spiritual.
Sejarah hidup Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah manifestasi nyata dari akhlak Qur’ani. Beliau disebut sebagai Al-Qur’an yang berjalan. Dalam setiap aspek kehidupannya, Nabi menampilkan akhlak mulia: kesabaran menghadapi musuh, kasih sayang terhadap keluarga, kejujuran dalam berdagang, hingga kedermawanan terhadap fakir miskin.
Buya Yahya dalam salah satu kajiannya menekankan bahwa meneladani akhlak Nabi bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan. Menurut beliau,
“Kalau umat Islam ingin bangkit, kuncinya bukan pada banyaknya ilmu atau harta, tetapi pada akhlak. Sebab, akhlak adalah cahaya yang membuat ilmu dan harta menjadi berkah.”
Kutipan ini mengingatkan bahwa kebangkitan peradaban Islam tidak bisa hanya bertumpu pada aspek material, melainkan pada fondasi moral yang kokoh.
Di era globalisasi, tantangan akhlak semakin berat. Arus informasi yang cepat melalui media sosial sering kali menghadirkan budaya instan, hedonistik, bahkan nihilistik. Generasi muda mudah terjebak pada perilaku konsumtif, individualistik, dan jauh dari nilai-nilai agama. Dalam situasi ini, peran guru, ustadz, dan da’i sangat penting. Pendidikan akhlak harus dikemas secara kontekstual, tidak hanya dengan ceramah, tetapi juga melalui keteladanan, dialog kritis, dan pembiasaan. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai akhlak yang kokoh, agar generasi Muslim tidak tercerabut dari akar tradisinya.
Indonesia sebagai negara dengan keragaman etnis, budaya, dan agama membutuhkan akhlak sebagai perekat sosial. Akhlak seperti toleransi, saling menghormati, dan keadilan harus menjadi fondasi kebangsaan. Dalam konteks ini, akhlak bukan hanya ajaran Islam, tetapi juga nilai universal yang diakui semua agama. Refleksi filosofisnya adalah: tanpa akhlak, bangsa akan rapuh, meskipun kaya sumber daya. Sebaliknya, bangsa dengan akhlak mulia akan kokoh, meskipun menghadapi berbagai krisis. Dengan demikian, memperkuat akhlak adalah strategi kebangsaan sekaligus strategi keumatan.
Akhlak adalah inti peradaban Islam. Ia menjadi jantung dari ajaran Al-Qur’an, hadis, fiqih, tasawuf, dan sirah Nabi. Tanpa akhlak, iman kehilangan makna; ilmu kehilangan cahaya; dan amal kehilangan berkah. Sebagaimana ditegaskan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam, risalah kenabian sejatinya bertujuan menyempurnakan akhlak. Buya Yahya pun mengingatkan bahwa akhlak adalah cahaya yang membuat seluruh amal dan harta bernilai. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi prioritas utama umat Islam di era modern. Dengan akhlak, umat Islam dapat meneguhkan kembali identitasnya, membangun peradaban yang rahmatan lil-‘alamin, sekaligus memperkokoh persatuan bangsa Indonesia.
Penulis: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang benar maka kualitas keimanan seseorang akan semakin kuat. Mengimani sesuatu yang ghaib berdasarkan yang kita dengar tanpa melibatkan akal di dalamnya memerlukan upaya yang pelik. Namun dengan bahasa yang lugas, sederhana, dan dilengkapi dengan cara… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni al-Qur’an dan Hadits. Buku ini sangat cocok dibaca bagi setiap pemula yang tahu dan belajar lebih banyak ilmu fiqih khususnya tentang thaharah. Sebab, risalah karya Buya Yahya ini sengaja dihadirkan dengan susunan seringkas-ringkasnya. Buku Fiqih… selengkapnya
Rp 60.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang dilengkapi dengan ketentuan mengenai cara serta waktu bersuci. Semuanya dipaparkan dalam buku ini dengan lebih praktis dan mudah dipahami. Karena permasalahan ini sangat erat hubungannya dengan bermacam-macam ibadah, seperti shalat, puasa, thawaf, dan lain-lain. Maka… selengkapnya
Rp 149.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab untuk mempelajari dasar-dasar bahasa arab sehingga mereka mampu mempraktekkan dalam percakapan sehari-hari. ukuran: 17 cm x 25 cm (B5) Kertas Isi: Bookpaper Hitam Putih Sampul: Soft Cover, Laminasi Dof, Spot UV Emboss Jilid: Lem Panas… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat. Sehingga dengan membaca buku ini kita akan mendapatkan pemahaman yang benar mengenai shalat sesuai dengan ajaran Rasulillah Saw. Buya Yahya menghadirkan risalah ini dengan susunan seringkas-ringkasnya. Hal ini dilakukan demi kemudahan para pembaca untuk belajar… selengkapnya
Rp 59.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat yang dilakukan bersama-sama oleh sekelompok Muslim. Dalam buku ini, Buya Yahya mengupas secara mendalam mengenai tatacara shalat berjamaah. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya. Buya Yahya membahas tentang adab-adab dan tata tertib dalam shalat berjamaah, seperti… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu shalat saat sedang bepergian. Buya Yahya memberikan penjelasan tentang kondisi-kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi pelaksanaan shalat, seperti perbedaan zona waktu, keterbatasan ruang, susahnya mencari tempat wudhu, dan lain sebagainya. Buku ini memberikan solusi-solusi praktis yang… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku ini menjadi penegas mengenai identitas dalam beraqidah yang benar, selain dengan mengikuti ulama Ahlusunnah Waljama’ah juga harus mengikuti cara beraqidahnya Ulama Asy’ariah atau Al-Maturidiyah, mengikuti caranya Ahlu Tasawuf (Sufi atau Sufiyah) dan mengikuti salah satu… selengkapnya
Rp 49.000Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan ini dapat muncul di kalangan umat Islam, yakni tentang bagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghukum hambanya.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Para Sahabat Nabi tidak hanya terkenal karena kesalehan dan besarnya peran dalam kesuksesan dakwah Baginda Nabi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada hari Ahad, tanggal 3 Rabi’ul Akhir 1446 H/6 Oktober 2024 M, Buya Yahya secara resmiakan meluncurkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam adalah agama yang sempurna dan memuliakan setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam urusan pernikahan. Memberikan kemudahan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid tahun 1445 Hijriah ini, semangat merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw semakin memuncak di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu kesunnahan pada Hari Raya Iduladha dan Idulfitri adalah mengumandangkan takbir. Takbir sendiri terbagi kedalam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya
Kunci Hidup Bahagia Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat... selengkapnya

Saat ini belum tersedia komentar.