● online
Keutamaan Puasa 6 Hari Di Bulan Syawal, Yakin Masih Mau Melewatkannya?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa Syawal merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Buya Yahya menjelaskan bahwasanya puasa Syawal ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam suatu riwayat dikatakan ketika seorang muslim melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa sepanjang masa. Ini adalah gambaran tentang betapa besarnya pahala puasa bulan Syawal ini.
“Diriwayatkan dari Abi Ayyub RA, sesungguhnya Rasulullah Saw Bersabda, barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di bulan Syawal, maka seperti orang berpuasa sepanjang masa. Gambaran tentang pahala yang luar biasa,” jelas Buya
Mengenai tata cara pelaksanaanya, Buya menjelaskan bahwa pelaksanaan puasa ini bisa dilakukan dari tanggal dua hingga akhir syawal, dan boleh dilaksanakan secara acak dalam rentang waktu tersebut, yang terpenting adalah jumlahnya sebanyak 6 hari.
”Tanggal 1 Syawal haram berpuasa, Anda baru boleh melaksanakan puasa di tanggal 2, 3, dan seterusnya, dan boleh tidak langsung berurutan. Yang penting kita ambil 6 hari di bulan Syawal,” pesan Buya

Meskipun dalam madzhab Imam Syafi’i puasa Syawal ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berurutan dari mulai tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawal, namun bukan berarti yang berpuasa Syawal diluar tanggal tersebut tidak akan mendapat keutamaan yang sama, sebab para ulama madzhab lain memperbolehkannya untuk melaksanakan puasa Syawal diluar tanggal tersebut.
“Sebagian ulama dari mazhab lain bahkan memakruhkan memulainya dari tanggal 2 Syawal. Sebagian ulama itu, ‘jangan tanggal dua deh nanti akhir-akhir kebelakang’ karena khawatir nanti dianggap wajib sehingga memberatkan umat,” jelas Buya.
Hal ini karena biasanya di beberapa tempat, awal-awal bulan Syawal merupakan waktu untuk saling berkunjung dan bersilaturahim kepada tetangga dan sanak saudara, yang mana pada saat berkunjung ini, ada kebiasaan untuk makan bersama antara tuan rumah dan tamu yang datang. Dalam situasi ini kita lebih dianjurkan untuk menghormati sang tuan rumah atau pun tamu yang datang.

Buya menjelaskan bahwa puasa yang berurutan dari tanggal 2 syawal tersebut lebih baik sebab kebaikan itu memang hendaknya dilaksanakan sesegera mungkin. Sebab jika sudah tahu boleh diundur khawatir orang akan menunda-nunda hingga akhirnya hilang lah kesempatan untuk berpuasa sunnah di bulan Syawal.
Namun, sekali lagi ditegaskan jika ada yang mulai berpuasa sunnah pada tanggal 12 Syawal misalnya, dan hari pelaksanaannya selang-seling, maka ia akan tetap mendapatkan pahala puasa Syawal.
Semoga Allah mempermudah kita dalam melaksanakan Puasa 6 hari di Bulan Syawal, sehingga kita mendapatkan keutamaan luar bisa seperti yang telah Baginda Nabi Saw Janjikan.
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Tags: Al-Bahjah, Buya Yahya, Puasa Syawal
Keutamaan Puasa 6 Hari Di Bulan Syawal, Yakin Masih Mau Melewatkannya?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di dalam agama Islam melihat atau mengamati calon pasangan sebelum menikah (nadzor) disunnahkan ketika ingin menjodohkan seseorang. Namun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita seringkali mendapatkan pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual yang yang umumnya menimpa kaum perempuan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, guru Buya Yahya, berkesempatan memberikan pesan-pesan mulia penuh hikmah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setelah menjalankan puasa di bulan Ramadan, kemudian kita masuk pada bulan Syawal. Ramadan sering disebut sebagai bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tak terasa kita telah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Sebagian dari kita telah melewatinya dengan semangat beribadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA) yang merupakan salah satu bagian dari Divisi Formal Yayasan Al-Bahjah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Muharram sering kali dikenal oleh masyarakat sebagai “Bulannya anak yatim”, khususnya pada tanggal 10 Muharram. Tradisi ini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telah dibahas sebelumnya bahwa wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunah muakkadah dan ghairu muakkadah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Mohon maaf lahir batin semuanya,ats segala salah dan khilaf dr al faqir n keluarga. Baik sikap maupun ucapan, baik yg sengaja maupun yg gak disengaja.Semoga dihari yg fitri ini kita termasuk hamba yg kembali disucikan Allah SWT dr segala dosa2 yang lalu. Aamiiin… 😊🙏🤲
*”Ada ketupat dibelah empat,ada opor didalam mangkuk. Makan yUk…* 😁”
1 Mei 2023 | 9:41 ammaasyaallah tabarokallah
1 Mei 2023 | 9:53 am