Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia

Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia

Diposting pada 6 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 75 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era media sosial dan modernisasi saat ini, ada satu aspek yang sangat penting tetapi terkadang diabaikan di dalam kehidupan kita. Aspek tersebut yaitu kesehatan mental manusia. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa dipisahkan dari stres, masalah, tuntutan, dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu di sela-sela kesibukan duniawi, seperti belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, mengurus rumah tangga, atau lainnya.

Shalat yang kita lakukan bukanlah beban atau tuntutan, melainkan salah satu kebutuhan ruhani dalam diri manusia. Shalat juga merupakan waktu “jeda” yang efektif karena dilakukan di antara waktu bekerja untuk mengistirahatkan diri dari kepenatan urusan duniawi yang terus bergulir sepanjang hari.

Ketika sedang shalat, kita sebenarnya sedang berkomunikasi secara langsung dengan Sang Khaliq. Karena gerakan dan bacaan shalat itu semua adalah berisi doa. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa shalat tidak hanya memberikan pahala secara spiritual, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jiwa melalui koneksi serta kedekatan dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, shalat menjadi aspek penting dalam membangun resiliensi, baik dari segi psikologis maupun spiritual umat Islam (Amaroddin, 2019).

 

Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Mental Manusia

Shalat adalah salah satu bentuk ibadah yang diyakini dapat menenangkan hati sekaligus menurunkan hormon kortisol (tingkat stres) dalam tubuh. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar Rad ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Dalam salah satu penelitian kualitatif, ditemukan bahwa shalat berperan penting dalam menumbuhkan emosi positif, meningkatkan rasa syukur, serta mengurangi gejala depresi (Wahyudi & Yusuf, 2024). Dalam perspektif psikologi agama, praktik shalat secara rutin terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan dengan menciptakan rasa aman, perlindungan, dan ketenangan batin. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh (Cholili et al., 2024) menunjukkan bahwa pemberian psikoterapi berbasis dzikir secara signifikan mampu mengurangi tingkat kecemasan pada remaja.

Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Jasmani Manusia

Dilansir dari situs jurnal penelitian https://repository.uin-malang.ac.id/ ada berbagai manfaat gerakan shalat apabila ditinjau dari segi kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Takbiratul Ihram

Gerakan ini memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, seperti memperlancar sirkulasi darah, aliran getah bening (limfa), serta memperkuat otot lengan. Letak jantung yang berada di bawah otak juga membantu aliran darah mengalir dengan baik ke seluruh tubuh.  Saat tangan diangkat, otot bahu meregang sehingga suplai darah yang membawa oksigen menjadi lebih lancar. Sedangkan posisi tangan yang disedekapkan di antara perut atau dada dapat mencegah gangguan pada persendian, khususnya di bagian tubuh atas (Twisnawati, 2025).

  1. Ruku’ dengan Tumaninah

Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta fungsi tulang belakang sebagai penopang tubuh dan pusat saraf.  Selain itu, posisi jantung sejajar dengan otak membuat aliran darah di tubuh bagian tengah lebih lancar. Tangan yang diletakkan di lutut membantu merilekskan otot bahu hingga ke tubuh bagian bawah.  Rukuk juga bermanfaat melatih kesehatan saluran kemih sehingga dapat membantu mencegah masalah prostat (Rofiqoh, 2021).

  1. I’tidal dengan Tumaninah

Saat i’tidal, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskan punggungmu dan tegakkan kepalamu hingga tulang belakang berada pada posisi yang benar” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad). I’tidal memiliki berbagai manfaat terutama dalam membantu melatih organ pencernaan. Ketika tubuh bergerak, organ dalam perut mengalami pijatan dan pelonggaran secara bergantian sehingga sistem pencernaan bisa lebih sehat dan lancar (Rofiqoh, 2021).

  1. Sujud

Saat sujud, seorang hamba dapat bebas mencurahkan berbagai problematika hidup ini serta bermunajat kepada Yang Maha Mendengar agar diberikan solusi atas masalah yang dihadapi dalam keseharian kita. Karena salah satu waktu diijabahnya doa adalah ketika sujud. Selain itu, gerakan ini bermanfaat untuk membantu aliran getah bening menuju leher dan ketiak. Karena posisi jantung berada lebih tinggi dari kepala, darah yang kaya oksigen bisa mengalir lebih banyak ke otak sehingga berdampak baik pada daya pikir.  Itulah sebabnya, sujud sebaiknya dilakukan dengan tenang (tumaninah), tidak terburu-buru, agar aliran darah ke otak cukup. Selain itu, posisi ini juga dapat mencegah penyakit wasir (Rofiqoh, 2021).

Bagi kaum muslimah, ruku’ dan sujud memiliki manfaat tambahan untuk kesuburan serta kesehatan organ kewanitaan. Adapun manfaat dari segi filosofis adalah dapat menundukkan ego serta membuat kita merendahkan diri di hadapan Yang Maha Tinggi. Apabila ditinjau dari segi kesehatan, khususnya menurut ilmu psikoneuroimunologi dari Prof. Soleh, sujud rutin membuat pembuluh darah di otak terbiasa menerima banyak oksigen sehingga membuat otak mendapat pasokan energi lebih dan sel-selnya dapat bekerja dengan lebih baik. Jika dilakukan terus-menerus secara khusyuk, sujud dapat membantu meningkatkan kecerdasan (Kosim & Hadi, 2019).

  1. Duduk tahiat awal dan akhir

Gerakan duduk setelah sujud ada dua jenis, yaitu duduk iftirasy (pada tahiat awal) dan duduk tawarruk (pada tahiat akhir). Keduanya berbeda pada posisi telapak kaki. Pada saat duduk iftirasy (tahiat awal), tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf ischiadius. Posisi ini memiliki manfaat untuk mencegah nyeri di pangkal paha yang bisa membuat seseorang sulit berjalan (Rahmanto et al., 2020).

Sementara itu, pada duduk tawarruk (tahiat akhir), tumit menekan bagian uretra (saluran kemih), kelenjar prostat, dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi ini dapat membantu menjaga kesehatan organ reproduksi pria dan mencegah impotensi. Selain itu, variasi posisi kaki dalam iftirasy dan tawarruk membuat otot-otot tungkai ikut meregang lalu rileks kembali. Gerakan dan tekanan yang seimbang ini menjaga kelenturan serta kekuatan organ gerak tubuh (Rahmanto et al., 2020).

  1. Salam

Saat salam, gerakan ini bermanfaat untuk merileksasikan otot-otot di sekitar leher dan kepala, sekaligus menjaga kelenturan urat leher agar aliran darah ke kepala tetap lancar. Oleh sebab itu, gerakan tersebut dapat membantu mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah (Nabila et al., 2024).

Masyaallah. Ternyata shalat bukan hanya gerakan tubuh semata tetapi juga memiliki peran penting terhadap kesehatan mental dan fisik manusia. Betapa besar manfaat yang kita peroleh dari menunaikan rukun Islam yang kedua ini. Yang tidak kalah dahsyatnya adalah ibadah yang satu ini ternyata diibaratkan seperti orang yang sedang mandi di sungai sebanyak lima kali sehari.  Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian ada sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran?” Mereka menjawab: Tidak. Beliau bersabda: “Itulah perumpamaan shalat lima waktu,  Allah menghapus dosa-dosa dengannya.”

Hal ini memiliki makna yang sangat dalam terhadap pembersihan dan penyucian jiwa dan raga dari perbuatan buruk atau maksiat yang tanpa disadari menimbulkan noda-noda hitam di dalam diri kita. Semoga senantiasa menjaga shalat dalam rangka ikhtiar menjaga kesehatan mental dan fisik kita serta sebagai bentuk rasa cinta kita kepada Allah!

 

Referensi:

Amiruddin, M. (2014). Akselerasi Bahasa Arab Maba Perguruan Tinggi Agama Islam berbasis Bacaan Sholat. Tulungagung: STAIN Tulungagung Press. https://repository.uin-malang.ac.id/19968/.

Amaroddin, Z. (2019). Hubungan Kekhusyukan Shalat Fardu dengan Kesehatan Mental pada Jama’ah Lansia di Masjid Baiturrahman Perumahan Bukit Cemara Tidar Kota Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim, 8(5), 55.

Kosim, N., & Hadi, M. N. (2019). Implementasi Gerakan Shalat Fardlu sebagai Motivasi Aspek Kesehatan. Mu`allim, 1(1), 143–160.

Cholili, A. H., Nurill, D., Amirul, M., Isnaeni, R., Elfa, A., & Widyasari, E. (2024). Fenomena Pemberian Psikoterapi Dzikir dalam Mengurangi Tingkat Kecemasan Remaja. Resilience: Journal of Psychology, 1(1), 41–53.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Tingkatkan Semangat Para Santri, SMAIQu Al-Bahjah Adakan Rihlah
18 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Para santri dan asatidz SMAIQu Al-Bahjah mengadakan rihlah ke DN Waterplay pada hari Rabu, 23 Rabiul Akhir 1447... selengkapnya

Dari Kuningan Menuju Yaman
17 November 2021

Dari Kuningan Menuju Yaman PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Ijaz Ahmad Jawahirulhaq, seorang santri STAIBA (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah) angkatan pertama, berbagi... selengkapnya

Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai)
8 Oktober 2021

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya

Buya Yahya Memberikan Tanggapan Mengenai Jenazah Mualaf yang Dikremasi
24 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah memiliki aturan yang sangat jelas dan rinci. Namun salah satu pertanyaan... selengkapnya

Apakah Curhat Termasuk Gibah?
7 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Curhat bisa menjadi suatu gunjingan dan bisa juga bukan. Artinya, terdapat dua tipe curhat, yaitu curhatan untuk... selengkapnya

Kabar Gembira! Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA) Dibuka, Ini Syaratnya
2 Mei 2023

    Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA)  merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi dibawah naungan Yayasam Al-Bahjah... selengkapnya

Halal Bihalal Santri Formal Al-Bahjah Pusat
19 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-15 Syawal 1446 H/Senin 14 April 2025 M – Liburan santri formal Al-Bahjah Pusat telah usai. Para santri... selengkapnya

Perbedaan Puasa Arafah Antara Indonesia dan Arab Saudi Tahun 1443 H
7 Juli 2022

Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya

Pada Malam Nisfu Sya’ban Semua Orang Diampuni, Kecuali Dua Golongan ini
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Syaban adalah bulan yang diperhatikan oleh Nabi secara khusus. Perhatian Nabi kepada bulan Sya’ban disebabkan karena... selengkapnya

Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: