● online
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Maqoshid Syariah....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W....
Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era media sosial dan modernisasi saat ini, ada satu aspek yang sangat penting tetapi terkadang diabaikan di dalam kehidupan kita. Aspek tersebut yaitu kesehatan mental manusia. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa dipisahkan dari stres, masalah, tuntutan, dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu di sela-sela kesibukan duniawi, seperti belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, mengurus rumah tangga, atau lainnya.
Shalat yang kita lakukan bukanlah beban atau tuntutan, melainkan salah satu kebutuhan ruhani dalam diri manusia. Shalat juga merupakan waktu “jeda” yang efektif karena dilakukan di antara waktu bekerja untuk mengistirahatkan diri dari kepenatan urusan duniawi yang terus bergulir sepanjang hari.
Ketika sedang shalat, kita sebenarnya sedang berkomunikasi secara langsung dengan Sang Khaliq. Karena gerakan dan bacaan shalat itu semua adalah berisi doa. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa shalat tidak hanya memberikan pahala secara spiritual, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jiwa melalui koneksi serta kedekatan dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, shalat menjadi aspek penting dalam membangun resiliensi, baik dari segi psikologis maupun spiritual umat Islam (Amaroddin, 2019).
Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Mental Manusia
Shalat adalah salah satu bentuk ibadah yang diyakini dapat menenangkan hati sekaligus menurunkan hormon kortisol (tingkat stres) dalam tubuh. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar Rad ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”
Dalam salah satu penelitian kualitatif, ditemukan bahwa shalat berperan penting dalam menumbuhkan emosi positif, meningkatkan rasa syukur, serta mengurangi gejala depresi (Wahyudi & Yusuf, 2024). Dalam perspektif psikologi agama, praktik shalat secara rutin terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan dengan menciptakan rasa aman, perlindungan, dan ketenangan batin. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh (Cholili et al., 2024) menunjukkan bahwa pemberian psikoterapi berbasis dzikir secara signifikan mampu mengurangi tingkat kecemasan pada remaja.
Pengaruh Shalat terhadap Kesehatan Jasmani Manusia
Dilansir dari situs jurnal penelitian https://repository.uin-malang.ac.id/ ada berbagai manfaat gerakan shalat apabila ditinjau dari segi kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Takbiratul Ihram
Gerakan ini memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, seperti memperlancar sirkulasi darah, aliran getah bening (limfa), serta memperkuat otot lengan. Letak jantung yang berada di bawah otak juga membantu aliran darah mengalir dengan baik ke seluruh tubuh. Saat tangan diangkat, otot bahu meregang sehingga suplai darah yang membawa oksigen menjadi lebih lancar. Sedangkan posisi tangan yang disedekapkan di antara perut atau dada dapat mencegah gangguan pada persendian, khususnya di bagian tubuh atas (Twisnawati, 2025).
- Ruku’ dengan Tumaninah
Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta fungsi tulang belakang sebagai penopang tubuh dan pusat saraf. Selain itu, posisi jantung sejajar dengan otak membuat aliran darah di tubuh bagian tengah lebih lancar. Tangan yang diletakkan di lutut membantu merilekskan otot bahu hingga ke tubuh bagian bawah. Rukuk juga bermanfaat melatih kesehatan saluran kemih sehingga dapat membantu mencegah masalah prostat (Rofiqoh, 2021).
- I’tidal dengan Tumaninah
Saat i’tidal, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskan punggungmu dan tegakkan kepalamu hingga tulang belakang berada pada posisi yang benar” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad). I’tidal memiliki berbagai manfaat terutama dalam membantu melatih organ pencernaan. Ketika tubuh bergerak, organ dalam perut mengalami pijatan dan pelonggaran secara bergantian sehingga sistem pencernaan bisa lebih sehat dan lancar (Rofiqoh, 2021).
- Sujud
Saat sujud, seorang hamba dapat bebas mencurahkan berbagai problematika hidup ini serta bermunajat kepada Yang Maha Mendengar agar diberikan solusi atas masalah yang dihadapi dalam keseharian kita. Karena salah satu waktu diijabahnya doa adalah ketika sujud. Selain itu, gerakan ini bermanfaat untuk membantu aliran getah bening menuju leher dan ketiak. Karena posisi jantung berada lebih tinggi dari kepala, darah yang kaya oksigen bisa mengalir lebih banyak ke otak sehingga berdampak baik pada daya pikir. Itulah sebabnya, sujud sebaiknya dilakukan dengan tenang (tumaninah), tidak terburu-buru, agar aliran darah ke otak cukup. Selain itu, posisi ini juga dapat mencegah penyakit wasir (Rofiqoh, 2021).
Bagi kaum muslimah, ruku’ dan sujud memiliki manfaat tambahan untuk kesuburan serta kesehatan organ kewanitaan. Adapun manfaat dari segi filosofis adalah dapat menundukkan ego serta membuat kita merendahkan diri di hadapan Yang Maha Tinggi. Apabila ditinjau dari segi kesehatan, khususnya menurut ilmu psikoneuroimunologi dari Prof. Soleh, sujud rutin membuat pembuluh darah di otak terbiasa menerima banyak oksigen sehingga membuat otak mendapat pasokan energi lebih dan sel-selnya dapat bekerja dengan lebih baik. Jika dilakukan terus-menerus secara khusyuk, sujud dapat membantu meningkatkan kecerdasan (Kosim & Hadi, 2019).
- Duduk tahiat awal dan akhir
Gerakan duduk setelah sujud ada dua jenis, yaitu duduk iftirasy (pada tahiat awal) dan duduk tawarruk (pada tahiat akhir). Keduanya berbeda pada posisi telapak kaki. Pada saat duduk iftirasy (tahiat awal), tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf ischiadius. Posisi ini memiliki manfaat untuk mencegah nyeri di pangkal paha yang bisa membuat seseorang sulit berjalan (Rahmanto et al., 2020).
Sementara itu, pada duduk tawarruk (tahiat akhir), tumit menekan bagian uretra (saluran kemih), kelenjar prostat, dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi ini dapat membantu menjaga kesehatan organ reproduksi pria dan mencegah impotensi. Selain itu, variasi posisi kaki dalam iftirasy dan tawarruk membuat otot-otot tungkai ikut meregang lalu rileks kembali. Gerakan dan tekanan yang seimbang ini menjaga kelenturan serta kekuatan organ gerak tubuh (Rahmanto et al., 2020).
- Salam
Saat salam, gerakan ini bermanfaat untuk merileksasikan otot-otot di sekitar leher dan kepala, sekaligus menjaga kelenturan urat leher agar aliran darah ke kepala tetap lancar. Oleh sebab itu, gerakan tersebut dapat membantu mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah (Nabila et al., 2024).
Masyaallah. Ternyata shalat bukan hanya gerakan tubuh semata tetapi juga memiliki peran penting terhadap kesehatan mental dan fisik manusia. Betapa besar manfaat yang kita peroleh dari menunaikan rukun Islam yang kedua ini. Yang tidak kalah dahsyatnya adalah ibadah yang satu ini ternyata diibaratkan seperti orang yang sedang mandi di sungai sebanyak lima kali sehari. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
“Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian ada sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran?” Mereka menjawab: Tidak. Beliau bersabda: “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa dengannya.”
Hal ini memiliki makna yang sangat dalam terhadap pembersihan dan penyucian jiwa dan raga dari perbuatan buruk atau maksiat yang tanpa disadari menimbulkan noda-noda hitam di dalam diri kita. Semoga senantiasa menjaga shalat dalam rangka ikhtiar menjaga kesehatan mental dan fisik kita serta sebagai bentuk rasa cinta kita kepada Allah!
Referensi:
Amiruddin, M. (2014). Akselerasi Bahasa Arab Maba Perguruan Tinggi Agama Islam berbasis Bacaan Sholat. Tulungagung: STAIN Tulungagung Press. https://repository.uin-malang.ac.id/19968/.
Amaroddin, Z. (2019). Hubungan Kekhusyukan Shalat Fardu dengan Kesehatan Mental pada Jama’ah Lansia di Masjid Baiturrahman Perumahan Bukit Cemara Tidar Kota Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim, 8(5), 55.
Kosim, N., & Hadi, M. N. (2019). Implementasi Gerakan Shalat Fardlu sebagai Motivasi Aspek Kesehatan. Mu`allim, 1(1), 143–160.
Cholili, A. H., Nurill, D., Amirul, M., Isnaeni, R., Elfa, A., & Widyasari, E. (2024). Fenomena Pemberian Psikoterapi Dzikir dalam Mengurangi Tingkat Kecemasan Remaja. Resilience: Journal of Psychology, 1(1), 41–53.
Penulis: Ainun Mubin Misbah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bermula dari titik yang sangat kecil dan personal, yakni harmonika peribadahan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di sinilah,... selengkapnya
Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya
DOA AKHIR TAHUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللّٰهُمَّ لَكَ الْـحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، ولَكَ الْحـَمْدُ لَكَ مُلْكُ... selengkapnya
Asa Para Ketua Divisi Media Atas Peletakan Batu Pertama Gedung Media Center Al-Bahjah Peristiwa bersejarah yang sangat indah dan tidak... selengkapnya
TEMBOK kamar pondok yang lembap itu seperti satu-satunya yang nyata. Dinginnya meresap hingga ke tulang, menemani kesunyian yang pekat. Hanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali Iduladha datang, kita kembali mendengar kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah yang tidak hanya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah memiliki aturan yang sangat jelas dan rinci. Namun salah satu pertanyaan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita melihat berbagai macam perkumpulan yang terjadi di dalam masjid. Beberapa di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren sering dipandang sebagai sarana pendidikan yang hanya membekali santrinya dengan ilmu keagamaan namun tidak menjadikan ia siap... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.