Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengurai Hadits Parenting: Memukul Anak yang Enggan Shalat

Mengurai Hadits Parenting: Memukul Anak yang Enggan Shalat

Diposting pada 13 Agustus 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 54 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam pengasuhan Islami, salah satu riwayat yang paling sering memicu perdebatan adalah perintah shalat bagi anak. Bagi sebagian orang, hadits ini kerap dijadikan “cek kosong” atau legitimasi hukuman fisik. Padahal, jika dikaji secara kontekstual, tekstual, dan psikologis, kata “memukul” dalam hadits ini jauh dari kesan kekerasan. Rasulullah Salalallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya ketika mereka berusia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud).

Jeda 3 Tahun yang Sering Terlupakan

Sebelum sampai pada kalimat “pukullah mereka”, ingatlah bahwa ada rentang waktu yang sangat krusial, yaitu usia 7 hingga 10 tahun. Dalam jeda 3 tahun ini, terdapat lebih dari 1.000 hari atau sekitar 5.000 kali waktu shalat. Di fase ini, orang tua diperintahkan untuk mengajak, mengajari, dan membiasakan anak shalat tanpa ada ancaman pukulan sama sekali. Ini adalah proses penanaman nilai (internalization of values). Hukuman baru disinggung setelah ribuan kali keteladanan dan ajakan diberikan. Artinya, hukuman bukanlah pintu masuk utama, melainkan hanya sebagai upaya terakhir (ultimum remedium) dalam mendidik anak.

Apa Makna “Pukulan” dalam Islam?

Para ulama fiqih memberikan syarat yang sangat ketat terkait kata adh-dharb (pukulan) dalam hadits ini. “Pukulan” di sini bukanlah cerminan melampiaskan emosi dan meluapkan amarah, melainkan simbol ketegasan dan kedisiplinan.

  1. Tidak Boleh Melukai (Dharbun Ghairu Mubarrih): Tidak boleh meninggalkan bekas, memar, atau rasa sakit yang membahayakan.
  2. Dilarang Memukul Wajah: Wajah adalah pusat kehormatan diri. Islam melarang keras menyentuh area wajah dan bagian sensitif lainnya.
  3. Alat yang Digunakan: Para sahabat mencontohkan pukulan edukatif ini hanya menggunakan kibasan kain, tepukan ringan di bahu, atau batang kayu siwak.
  4. Niat Edukasi (Ta’dib): Jika orang tua memukul dalam kondisi marah, tindakan tersebut bergeser dari pendidikan menjadi pelampiasan emosi yang dilarang.

Tinjauan Psikologi: Mengapa Usia 10 Tahun?

Secara psikologi perkembangan, anak usia 10 tahun mulai memasuki tahap berpikir konkrit-operasional menuju formal. Mereka sudah mulai memahami konsep tanggung jawab, aturan, dan konsekuensi.

Usia Karakteristik Kognitif Pendekatan Mendidik Shalat
7–9 Tahun Meniru perilaku, memahami instruksi sederhana. Keteladanan, ajakan lembut, dan pujian.
10+ Tahun Memahami sebab-akibat dan konsekuensi aturan. Ketegasan, pembatasan hak, dan evaluasi kesadaran.

Pukulan ringan pada usia ini berfungsi sebagai shock therapy atau pembatas ketat (symbolic boundary) bahwa salat adalah perkara pokok yang tidak boleh diremehkan.

Reinterpretasi Konsekuensi untuk Generasi Modern

Di era modern, pendekatan fisik sekecil apa pun sering kali dipersepsikan berbeda oleh anak. Pendekatan pengasuhan Islami modern dapat menerjemahkan bentuk “pukulan” tersebut ke dalam bentuk ketegasan lain yang secara fungsi setara:

  1. Penerapan Konsekuensi Logis (Loss of Privileges): Menghentikan sementara akses gadget, membatasi waktu bermain, atau menunda aktivitas favorit sampai anak menunaikan kewajibannya.
  2. Komunikasi Hati ke Hati: Mengganti gestur kasar dengan tatapan mata yang tegas namun penuh kasih, serta mengajak anak berdiskusi tentang tanggung jawabnya kepada Allah.

Pada akhirnya, hadits ini bukanlah dalil untuk bertindak kasar, melainkan metode pengasuhan dan pendidikan anak secara bertahap, diawali kesabaran 3 tahun (ribuan ajakan), ditopang keteladanan, dan diakhiri ketegasan yang terukur. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri tidak pernah sekalipun mengajarkan apalagi secara langsung dengan sengaja mau “memukul” anak-anak. Oleh sebab itu, keberhasilan kita mendidik anak untuk rajin salat tidak diukur dari seberapa keras pukulan yang diberikan, melainkan seberapa dalam nilai ibadah itu tertanam di hati mereka. Didiklah anak-anak agar cinta beribadah, bukan cuma karena takut pukulan atau hukuman fisik semata.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Mengurai Hadits Parenting: Memukul Anak yang Enggan Shalat

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Momentum Kemerdekaan Indonesia ke-80, Yayasan Al-Bahjah Ajak Orang Tua Siapkan Rumah Kedua untuk Anak
22 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Masih dalam semangat memperingati 80 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Al-Bahjah mengajak orang tua untuk menjadikan pendidikan... selengkapnya

Benarkah Menjadikan Pakaian Bekas sebagai Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?
20 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya... selengkapnya

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1444 H
20 April 2023

Sebentar lagi kita akan menyambut hari nan fitri, hari penuh keberkahan dan kebahagiaan. Untuk sampai pada hakikat fitri pada hari... selengkapnya

(Cerpen) Biarkan Aku Pergi
24 Januari 2026

AKU menulis ini bukan sebagai seseorang yang telah selesai dengan hidupnya, melainkan sebagai seseorang yang masih berjalan tersendat, ragu, dan... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anda Bisa Berkunjung ke Makkah dan Madinah
29 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan
12 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu manusia membawa amanahnya masing-masing. Jika tidak dijaga, kekurangan... selengkapnya

Ini Dia Kunci Sukses Pernikahan yang Sehat
30 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hubungan yang sehat dalam pernikahan adalah ketika pasangan saling mendukung, menghargai, dan memahami satu sama lain serta... selengkapnya

Hukum Shalat Jumat Ketika Bertepatan dengan Hari Raya I Oleh Buya Yahya
19 Maret 2026

Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya

Mengurai Hadits Parenting: Memukul Anak yang Enggan Shalat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: