Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Peran Wanita Tangguh Dibalik Kisah Agung Ibadah Qurban

Peran Wanita Tangguh Dibalik Kisah Agung Ibadah Qurban

Diposting pada 21 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 18 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering mendengar kisah agung disyariatkannya ibadah qurban. Namun tahukan bahwa di balik kisah agung tersebut ada peran besar sosok wanita Muslimah, beliau adalah Sayyidah Hajar. Sayyidah Hajar adalah istri dari Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihissalam sekaligus ibunda dari Nabiyullah Ismail ‘Alaihissalam. Beliau berasal dari kalangan hamba sahaya yang hidup dengan penuh katakwaan, kezuhudan, dan penuh bakti kepada suaminya.

Ujian hidup beliau dimulai saat Sayyidah Hajar baru melahirkan Nabi Ismail ‘Alaihissalam. Suatu hari Nabiyullah Ibrahim mendapatkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk melakukan perjalanan dari Palestina menuju sebuah lembah tandus, tanpa pepohonan, yang berada di Makkah. Perjalanan itu kemudian ditempuh Sayyidah Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi. Langkah demi langkah dilalui menyusuri luasnya padang pasir. Hingga sampailah di suatu lembah kosong yang tidak ada kehidupan di sekelilingnya.

Setelah sampai di lembah tersebut, Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam berkata kepada Sayyidah Hajar, “Wahai (Sayyidah) Hajar, engkau harus menetap di sini.” Mendengar perkataan tersebut membuat Sayyidah Hajar terkejut karena merasa tidak mungkin untuk melanjutkan kehidupan di tengah padang pasir yang tandus. Beliau pun bertanya kepada Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihissalam, “Wahai suamiku, apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memerintahkan atau ini murni perintahmu?” Lalu Nabiyullah Ibrahim menjawab, “Wahai (Sayyidah) Hajar, Allah yang memerintahkan hal ini.” Setelah mendengar penjelasan dari Nabiyullah Ibrahim beliau menjawab, “Wahai suamiku jika memang ini adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala maka aku akan terima dan akan aku patuhi dengan penuh ketakwan serta keyakinan. Karena aku yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan hambanya meskipun berada di padang pasir yang tandus sekali pun.” Setelah percakapan tersebut Nabiyullah Ibrahim menaiki untanya dan bersiap untuk meninggalkan Sayyidah Hajar dan putranya yang masih bayi. Dengan berat hati Nabiyullah Ibrahim berjalan meninggalkan mereka.

Pada suatu hari (Nabi) Ismail kecil menangis meminta air susu. Akan tetapi air susu yang dimiliki Sayyidah Hajar tidak mampu memenuhi rasa raus bayi kecilnya. Hal itu dikarenakan Sayyidah Hajar belum minum dan kehausan sehingga air susunya tidak keluar. Sayyidah Hajar pun mencari air dengan naik ke sebuah bukit berharap akan menemukan setetes air untuk menghidupi anaknya yang masih bayi. Beliau terus mencari air di sekelilingnya sambil berlari-lari kecil dari bukit satu ke bukit. Namun yang ditemukan hanyalah fatamorgana.

Akan tetapi dalam keadaan mencekam sekali pun beliau tidak pernah mengeluh. Sayyidah Hajar hanya pasrah dan berserah diri serta berdamai dengan apa yang ada di sekelilingnya. Di sisa-sisa kelelahan itu, Sayyidah Hajar diberikan kabar gembira oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu munculnya air dari bawah tanah yang tandus sebagai pertolongan atas usaha yang dilakukannya. Betapa bahagianya Sayyidah Hajar saat melihat ada tetesan air tersebut. Dibendunglah air tersebut dengan bebatuan yang ada di sekelilingnya agar air tersebut dapat digunakan dan tidak habis diserap panasnya padang pasir. Lalu beliau segera meminumnya sambil berharap air susunya kembali normal sehingga putra kecilnya bisa menyusu.

Diangkatlah (Nabi) Ismail kecil ke pangkuannya lalu menyodorkan air susunya. Namun ternyata tidak masuk ke dalam mulutnya, karena kondisi (Nabi) Ismail kecil yang hampir kehilangan nyawa saking kehausan. Setelah berkali-kali beliau mencoba memasukkan air susu ke dalam mulutnya, akhirnya air susu tersebut masuk juga ke dalam mulut putra kecilnya.

Bulan demi bulan berlalu, air tersebut masih terus subur keluar sehingga sangat berguna bagi Sayyidah Hajar dan putra kecilnya. Pada akhirnya air tersebut menjadi sumber kehidupan dan mulailah ada pemukiman di kawasan tersebut. Bahkan air tersebut dapat mencukupi beberapa rombongan kafilah yang melintasi kawasan tersebut.

Tahun demi tahun berlalu Ismail kecil tumbuh dengan penuh kasih sayang sang ibunda. Sampai akhirnya usia (Nabi) Ismail menginjak tamyiz, ayahnya Nabiyullah Ibrahim datang untuk betemu melepas rindu setelah berpisah beberapa tahun silam menunaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Ibrahim adalah orang yang pasrah dan sangat patuh kepada Allah.

Pada kisah berikutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengangkat derajat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dengan memberikan ujian yang sangat berat, yaitu menyembelih anaknya sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berkata Sayyidina Ibrahim kepada putranya yang sangat dicintainya itu, “Wahai Ismail, aku diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyembelihmu.” (Nabi) Ismail lalu menjawabnya, “Laksanakanlah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala niscaya engkau akan menemukanku bersama orang-orang yang bersabar.” Tak lama kemudian dibawalah Nabi Ismail ke suatu tempat yang jauh dari sang ibunda. Sebelum menyembelih Nabi Ismail pun memberikan pesan untuk ayahnya agar menjauhkan bajunya supaya tidak terkena percikan darah. Nabi Ismail juga meminta untuk mengasah pisaunya terlebih dahulu agar memudahkan dalam proses penyembelihan. Serta tak lupa berwasiat salam takdzimnya kepada sang ibunda tercinta.

Dari kisah singkat ini mari belajar untuk menjadi wanita yang tangguh, sabar yang berfondasikan ketakwaan. Tak mudah goyah dalam menjalani kehidupan sambil disertai dengan penuh keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan hambanya. Mari belajar menjadi wanita yang patuh terhadap suami, menjadi anak yang salehah, taat, dan berbakti. Mari di momentum Iduladha ini sama-sama belajar untuk dapat mengambil hikmah dari keluarga Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam.

 

Penulis: Kodriya

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Peran Wanita Tangguh Dibalik Kisah Agung Ibadah Qurban

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H
18 Juli 2023

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Awal tahun adalah saat untuk merencanakan dan memulai kebaikan dimasa yang akan... selengkapnya

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Semarak Maulid Nabi Muhammad 1444 H, LPD Al-Bahjah Gelar Bazar dan Expo Maulid
29 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penyelenggaraan maulid dan silaturahmi akbar di LPD Al-Bahjah, Cirebon tinggal tiga hari lagi. sebagai upaya untuk... selengkapnya

Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?
17 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Terdapat satu hadis Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam yang kurang lebih isinya orang beriman itu baik-baik saja keadaannya.... selengkapnya

Pilih Menikah atau Mencari Ilmu?
11 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat ini, banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh tontonan anak muda yang semakin liar. Berkomunikasi dengan lawan... selengkapnya

Hukum Menukar Uang Baru dengan Selisih Nilai dalam Islam
11 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjelang hari raya, sering kita jumpai praktik penukaran uang baru di tempat-tempat tertentu. Banyak orang menukarkan uang dengan... selengkapnya

Orang Tua yang Telah Meninggal Masih Bisa Mendapatkan Pahala dengan Cara Ini
1 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap amal kebaikan yang kita lakukan, baik berupa sedekah maupun berbagi ilmu, akan memberikan pahala langsung kepada... selengkapnya

Puasakan Hati di Bulan Suci
14 Maret 2024

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat... selengkapnya

Kejelian Memanfaatkan Ruangan untuk Mendatangkan Kesuksesan
23 Oktober 2021

Kejelian Memanfaatkan Ruangan untuk Mendatangkan Kesuksesan PUSTAKA Al-BAHJAH-SEPUTAR PONDOK-Mendungnya sore hari pada hari Rabu, 13 Rabiul Awal 1443 H atau... selengkapnya

Peran Wanita Tangguh Dibalik Kisah Agung Ibadah Qurban

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: