Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan

Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan

Diposting pada 18 Januari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.308 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bencana banjir yang melanda kota dan Kabupaten Cirebon pada 17 Januari 2025 kembali menyoroti krisis tata kelola lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Air sungai yang meluap dari hulu di Kabupaten Kuningan, menyebabkan banyak warga harus merelakan rumahnya kebanjiran, termasuk Cirebon sebagai daerah yang dilewati aliran sungai menuju hilir. Wilayah-wilayah seperti Kalijaga, Harjamukti, Kesambi, dan Drajat terkena imbas luapan air, sementara di Kabupaten Cirebon, Kecamatan Gegesik dan Watubelah juga mengalami hal serupa akibat meluapnya Sungai Gesik.

Fenomena ini bukanlah sekadar bencana alam, melainkan gejala dari kerusakan ekologi dan tata ruang yang tidak terencana dengan baik. Bencana ini adalah alarm bagi kita semua bahwa perubahan tata ruang dan manajemen lingkungan harus menjadi prioritas utama, terutama di daerah-daerah yang terhubung dengan aliran sungai besar seperti Cirebon.

Krisis Tata Ruang di Hulu Kuningan

Perubahan iklim global telah meningkatkan intensitas curah hujan, terutama di wilayah Jawa Barat. BMKG telah memprediksi bahwa curah hujan tinggi akan berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2025, namun intensitas hujan bukan satu-satunya penyebab banjir di Cirebon. Kerusakan lingkungan di daerah hulu, terutama di Kabupaten Kuningan, memainkan peran penting dalam bencana ini.

Alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi area pemukiman atau pertanian di Kuningan mengurangi kemampuan lahan untuk menyerap air hujan. Ketika hujan turun, air yang seharusnya terserap oleh tanah kini mengalir bebas ke sungai, meningkatkan volume air yang mengalir ke daerah hilir. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali ini mempercepat aliran air permukaan, memperbesar kemungkinan banjir terjadi di wilayah seperti Cirebon.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa perubahan tata ruang tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem hanya akan menciptakan krisis lingkungan. Pembangunan di hulu tanpa memperhitungkan dampak terhadap aliran air telah memperburuk daya tampung sungai di wilayah Cirebon.

Tata Kelola Sungai yang Lemah di Cirebon

Selain persoalan di hulu, masalah tata kelola sungai di Cirebon juga memperburuk situasi. Sungai-sungai di wilayah ini mengalami sedimentasi dan penumpukan sampah, mengurangi daya tampungnya. Padahal, sungai di Cirebon harus mampu menampung volume air dari hulu yang terus meningkat. Pembangunan yang tidak memperhitungkan kapasitas sungai, minimnya sistem drainase yang efektif, serta buruknya pemeliharaan infrastruktur sungai menjadi penyebab langsung meluasnya banjir.

Setiap kali curah hujan meningkat atau air kiriman dari hulu datang, sungai-sungai ini meluap dan membanjiri wilayah permukiman. Tanpa upaya serius untuk memperbaiki sistem drainase, membersihkan sungai dari sampah dan sedimentasi, serta merancang ulang tata ruang yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, bencana serupa akan terus terulang setiap tahun.

Krisis Ekologis yang Diciptakan Pembangunan

Dalam konteks lingkungan, banjir di Cirebon adalah hasil dari ketidakseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Teori kerusakan lingkungan menyebutkan bahwa bencana alam seperti banjir lebih sering disebabkan oleh kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Urbanisasi yang tidak terencana, pembukaan lahan besar-besaran tanpa mempertimbangkan ekosistem, serta pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan adalah faktor utama di balik bencana ini.

Fenomena banjir di Cirebon menunjukkan bagaimana kebijakan tata ruang yang buruk dapat mempercepat terjadinya krisis ekologis. Penurunan daya dukung lingkungan di hulu dan hilir sungai menciptakan situasi di mana bencana banjir terjadi bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Untuk mencegah terulangnya krisis ini, diperlukan merestorasi hutan di Kuningan, pembangunan drainase yang lebih efisien di Cirebon, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai dari pencemaran adalah langkah-langkah awal yang harus segera dilakukan. Krisis banjir ini harus menjadi pelajaran penting bahwa kelestarian lingkungan harus diutamakan. Jika tidak ada perubahan signifikan, darurat ekologis di Cirebon ini hanyalah awal dari bencana yang lebih besar di masa depan.

 

Penulis: Ahmad Rizki Alimudin

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?
19 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita seringkali mendapatkan pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual yang yang umumnya menimpa kaum perempuan.... selengkapnya

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama Bukan sebagai Sumber Perpecahan, Melainkan Kekayaan Intelektual yang Harus Dihargai
13 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan penuh makna,... selengkapnya

Shalat di Kendaraan Saat Bepergian, Emang Bisa?
26 April 2024

Judul Buku      : Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet Penulis             : Buya Yahya Penerbit           : Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 Hijriah
18 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Alhamdulillah. Acara Maulid dan Silaturahim Akbar 1445 Hijriah Satu Hati di Al-Bahjah terselenggara pada 2 Rabi’ul... selengkapnya

Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?
13 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kemuliaan dan Amalan Bulan Muharrom
18 Juni 2026

Oleh: Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) Bulan Muharrom adalah salah satu dari empat bulan mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Amalan... selengkapnya

Mari Berkurban Berkah di Al-Bahjah
12 Mei 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah Qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dikukuhkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah Qurban... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: